Benihbaik x Metro TV

Salurkan donasi anda ke campaign-campaign di bawah ini

Campaign Pilihan Hari Ini

Pilihan Benihbaik

Panggilan Mendesak

Waktu mereka tidak banyak, mereka sangat membutuhkan bantuan kalian

Card image cap
Anak
Tubuh Kaku dan Tatapan Hilang Arah, Bima Berjuang dari Mikrosefali Hingga Epilepsi

“Suara sirine ambulans memecah kesunyian di jam hampir tengah malam itu, anakku kritis! Jantungku berdegup kencang, aku nyaris saja kehilangan anak pertamaku, buah hati yang telah kunantikan selama lima tahun penuh doa dan harapan.”“Berkali-kali anakku masuk rumah sakit akibat demam tinggi disertai kejang. Namun, berkali-kali pula hasil pemeriksaan menunjukkan anakku baik-baik saja. Hingga akhirnya, kenyataan pahit menghantamku, ternyata anakku mengalami kelainan otak!” -Yurike Nurviani, Orang tua Bima-Saat ini, Bimantara Ramadhan (10 bln) masih harus menghadapi kejang yang datangnya hingga 5 kali dalam sehari. Tangan dan kakinya sampai kaku, matanya menatap kosong seolah kehilangan arah. Semua ini akibat mikrosefali (ukuran kepala lebih kecil), epilepsi, cerebral palsy (gangguan perkembangan otak), dan terlambat tumbuh kembang. Orang tua Bima setiap hari menahan air mata untuk membiayai pengobatannya. Ayahnya bekerja sebagai kurir catering, dibayar Rp10 ribu per alamat. Dalam sehari, pesanan yang didapat hanya enam alamat, artinya Rp60 ribu untuk menghidupi keluarga. Malam hari, Ayahnya bekerja mengantar pakaian laundry,  dengan upah Rp300 ribu seminggu. Tak jarang Ibunya menunduk malu, meminjam uang ke tetangga agar bisa membawa Bima berobat. Mimpi buruk Bima dimulai tak lama setelah Ia lahir. Awalnya, Bima lahir dalam kondisi sehat serta tidak ada kelainan apapun meski ibunya sempat pecah ketuban.Namun, tiba-tiba Bima mengalami demam dan dilanjutkan menolak untuk menyusui memasuki usia 3 hari. Sampai akhirnya, Ia mengalami demam tinggi hingga disertai kejang. Dokter mendiagnosa Bima mengalami dehidrasi dan harus dirawat inap.Di tengah kecemasan itu, tiba-tiba orang tuanya mendapat kabar bahwa Bima mengalami gagal napas, bahkan hingga 2 kali! Ibunya nyaris jatuh pingsan, apalagi Bima masuk NICU selama 10 hari. Pemeriksaan kepala sempat dilakukan, tapi dokter belum ditemukan kelainan. Harapan sempat tumbuh, tetapi sebulan kemudian semuanya berubah. Perkembangan Bima jauh tertinggal. Ia tak mampu tengkurap dan mengangkat kepala seperti anak seusianya. Saat kembali ke rumah sakit, dokter menduga Bima mengalami mikrosefali karena lingkar kepalanya kecil. Setahun menjalani pengobatan, kondisi Bima takmenunjukkan banyak perubahan. Hingga suatu hari, Ia kembali masuk rumah sakit akibat kejang yang datang hingga sepuluh kali dalam sehari. Bima dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, di sanalah satu per satu diagnosis terungkap. Hati Ibunya hancur mendengar kenyataan yang ditanggung Bima.Lagi-lagi, keterbatasan biaya membuat orang tuanya sering berada di persimpangan yang menyakitkan. Terkadang Bima jadi tidak ikut terapi karena tidak biaya transportasi ke rumah sakit. Belum lagi, biaya untuk obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Bima tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Bima!

Dana terkumpul

Rp. 8.702.000
8 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Gerakan Berbagi Makan Siang Gratis untuk Kaum Duafa

#Berbagitakkanrugi merupakan aktivitas atau gerakan membagikan makan siang gratis kepada orang-orang yang membutuhkan yang diadakan saat akhir pekan. Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2022. Tujuan utama gerakan ini adalah kami ingin mengajak teman semua untuk sama-sama bergerak membantu orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan. Kami tidak ingin menjadi organisasi ataupun komunitas.Kami berencana membuat kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap seminggu sekali di sekitaran Kota Pekanbaru. Maka dari itu, karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik, kami ingin mengajak Teman-temanBaik untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.   Selain itu, kami juga berencana untuk tetap melakukan kegiatan #Berbagitakkanrugi di bulan Ramadhan dengan membagikan makan gratis untuk saudara-saudara kita berbuka puasa. Kami senang apabila TemanBaik ikut mendukung gerakan ini. Dana yang terkumpul akan dibelikan bahan-bahan makanan yang nantinya akan diolah menjadi makan sehat dan bergizi. Bantuan untuk gerakan #Berbagitakkanrugi dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang 

Dana terkumpul

Rp. 8.271.035
12 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
Tanpa Ibu, Aisyah Kecil Harus Menghadapi Down Syndrome dan Sakit Jantung

“Empat tahun lalu, adik kandungku wafat dan menitipkan putri kecilnya, Aisyah Hasnah Shofia Panjait (10 thn). Namun, Aisyah harus hidup dengan kelainan jantung bawaan dan berkebutuhan khusus. Sebagai single parent dengan dua anak, aku sering kesulitan biaya pengobatan Aisyah yang melampaui kemampuanku.”“Rasa bersalah menggerogotiku tiap Aisyah bertanya, ‘kapan saya sembuh?’ Meski Ia anak yang istimewa, tapi Ia paham tubuhnya berbeda. Pertanyaan itu membuat hatiku hancur, karena tak bisa memberikan yang terbaik. Apalagi Ia adalah amanah dari Almarhumah adikku yang harus ku jaga...” -Rosma Dewi, keluarga dari Aisyah-Sejak lahir, kondisi tubuh Aisyah sudah berbeda. Kaki, tangan, dan bibirnya sering membiru setiap Ia menangis maupun mandi. Namun, Namun karena kami bukan keluarga yang paham medis, tak ada yang benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi pada Aisyah.Hingga usianya menginjak 3 tahun, Aisyah mengalami sesak napas hebat hingga  dilarikan ke rumah sakit. Di sanalah kami mendengar kabar yang menghantam hati, yaitu Aisyah mengalami kebocoran jantung. Keluarga begitu terpukul dan tak siap mendengar kenyataan pahit itu.Sejak saat itu, Aisyah tidak bisa beraktivitas seperti anak lainnya, pertumbuhannya terhambat, dan cepat lelah. Napasnya sesak jika berjalan agak jauh. Ketika kambuh, Aisyah akan jongkok dan menenangkan dirinya sendiri, berupaya meringankan sesak di dadanya.Selama lebih dari tiga tahun, Aisyah menjalani berbagai pengobatan dan terapi. Namun kenyataannya, tak ada kemajuan berarti. Dokter mengatakan, tanpa pengobatan lanjutan, Aisyah bisa berisiko mengalami stroke, pembengkakan tubuh, bahkan kehilangan nyawanya. Aisyah dirujuk ke Jakarta, dan demi membawanya ke sana, aku terpaksa menjual emas warisan dari Ibundanya. Warisan terakhir dari adikku, yang kini ikut terpakai demi menyelamatkan anak yang ia titipkan sebelum pergi. Namun setelah sampai di Jakarta, masalah baru muncul. Biaya hidup di kota besar sangat tinggi, sementara Aisyah masih harus menunggu jadwal operasinya. Aku yang sehari-hari hanya berdagang di rumah, dengan penghasilan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.Sementara Ayah kandung Aisyah bekerja serabutan, penghasilannya tak menentu. Saat ini Aisyah masih menunggu jadwal operasinya selama di Jakarta. Aisyah membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, kursi roda, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisyah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisyah!

Dana terkumpul

Rp. 11.015.005
1 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
Tidurnya Tak Tenang, Bronkitis Akut Buat Rasya Batuk Hebat dan Sesak Napas

“Di tengah tidur pulasnya, anakku sering tiba-tiba terbangun akibat batuk hebat yang menyiksa. Napasnya sampai sesak, dadanya naik turun susah payah. Perih sekali hatiku melihat anakku yang bahkan tidak diberikan kesempatan tidur dengan tenang karena penyakit.”“Terkadang muncul perasaan kecewa pada diriku sendiri, apakah aku salah dalam merawat anakku? Namun, ketika aku melihat semangat anakku yang selalu bilang ingin ketemu ‘dokter kakek,’ atau tidak pernah tantrum tiap minum obat, itulah yang membuatku tegar meski langkah terasa berat karena kondisi keuangan yang sulit.” -Natalia Tri, Orang tua Rasya-Penyakit bronkitis ini terus menggerogoti tubuh anakku, Rasya Athaya (6 thn)! Rasa panik menghantamku, setiap kali anakku mulai demam, flu dan batuk yang membuat napasnya sesak. Aku hanya bisa menggendongnya erat dan berlari menuju rumah sakit terdekat, sambil berdoa di setiap langkah agar ia baik-baik saja.Tak hanya itu, tubuhnya kerap menolak makanan. Apa yang masuk seringkali dimuntahkan kembali. Berat badannya terus menurun hingga kini Rasya masuk dalam kategori stunting, dengan berat badan hanya 17 kilogram. Tubuhnya tampak begitu ringkih, rapuh, seolah mudah hancur.Ada saat-saat aku menangis diam-diam sambil mengusap kepalanya ketika Ia berkata pelan, “Aku ingin sekolah.” Kalimat itu membuatku sangat sedih, Ia hanya ingin hidup sehat dan bermain seperti teman-temannya. Sebuah harapan kecil yang entah kapan bisa Ia rasakan.Di sisi lain, aku terus diliputi kecemasan. Bagaimana aku harus membawanya berobat esok hari, sementara uang di dompet tinggal seadanya? Suamiku hanyalah karyawan minimarket, penghasilannya cukup untuk makan sehari-hari. Bahkan untuk membeli susu khusus demi mencukupi gizinya pun terasa begitu berat. Namun sebagai orang tua, aku hanya bisa terus bertahan, demi satu harapan, melihat anakku tumbuh sehat dan tersenyum tanpa rasa sakit.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rasya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rasya!

Dana terkumpul

Rp. 4.380.222
13 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Opick x Syifa Hadju BUKBAR Berbagi Kebaikan untuk Anak Pejuang Kanker Bersama MLBB

Di layar, kita terbiasa melihat pertandingan. Ada strategi, ada semangat, ada harapan untuk menang.Namun di luar layar, ada perjuangan lain yang jauh lebih sunyi dan jauh lebih berat.Di Indonesia, banyak anak sedang berjuang melawan kanker. Usia mereka masih sangat muda, namun hari-hari mereka harus diisi dengan pengobatan, ruang perawatan, dan rasa sakit yang tidak seharusnya mereka rasakan.Melalui  kolaborasi MLBB Indonesia, bersama Opick dan Syifa Hadju, kami ingin mengajak kamu berhenti sejenak dan melihat perjuangan ini dengan hati.Bagi anak-anak pejuang kanker,harapan adalah hal yang paling berharga.Harapan untuk sembuh. Harapan untuk kembali bermain. Harapan untuk menjalani masa kecil seperti anak-anak lainnya.Opick percaya,kebaikan yang dilakukan dengan ikhlasakan selalu menemukan jalannya.Syifa Hadju percaya,setiap anak berhak mendapatkan masa depanyang penuh senyum dan mimpi.Dan kami percaya,ketika komunitas bergerak bersama,harapan itu bisa dijaga agar tetap hidup.Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu pengobatan, pendampingan, serta meringankan beban keluarga anak-anak pejuang kanker. Yuk, ikut kontribusi dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!

Dana terkumpul

Rp. 2.900.000
2 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Mari Berkontribusi Program Beasiswa Ramadhan 1447 H untuk Santri Penghafal Al-Qur’an

Di balik ayat-ayat suci yang mereka hafalkan, ada anak-anak dengan hati yang luar biasa kuat. Di usia yang seharusnya dipenuhi canda dan permainan, mereka memilih duduk bersimpuh, mengulang ayat demi ayat Al-Qur’an dengan penuh kesabaran.Minat pendidikan tahfidz di Indonesia terus meningkat, namun dibalik itu masih banyak santri hafidz yang berjuang dalam senyap. Keterbatasan biaya pendidikan, buku belajar yang seadanya, hingga minimnya pendampingan kerap menjadi tantangan sehari-hari. Oleh karena itu, Central x Vivi Zubedi bersama BenihBaik.com menghadirkan “Program Beasiswa Ramadhan 1447 H” sebagai ikhtiar untuk menemani langkah para penghafal Al-Qur’an dari keluarga prasejahtera. Program ini lahir dari keyakinan, bahwa keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk menjaga dan mencintai Al-Qur’an.Melalui program ini, 11 anak hafidz terpilih akan menerima beasiswa selama enam bulan. Bukan sekadar bantuan biaya, tetapi juga bentuk penghargaan atas ketekunan dan cinta mereka terhadap Al-Qur’an. Selain itu, mereka juga akan menerima dukungan biaya hidup serta paket Lebaran berupa baju dan perlengkapan ibadah, agar dapat menyambut hari kemenangan dengan rasa layak, bahagia, dan penuh syukur.Program ini dilaksanakan di Sekolah Tahfidz Durrotul Ummah, Karawaci, Kota Tangerang. Lembaga ini berkomitmen mencetak generasi Qur’ani berakhlak mulia melalui pendidikan tahfidz, akademik, dan pembinaan karakter yang seimbang. Di tempat inilah harapan-harapan kecil para santri itu dirawat, agar kelak tumbuh menjadi cahaya bagi sekitarnya.Melalui setiap pembelian satu produk Vivi Zubedi di Central, terselip donasi sebesar Rp25.000 untuk para santri penghafal Al-Qur’an. Melalui satu langkah kebaikan, #TemanBaik bisa ikut menjaga ayat-ayat Allah tetap hidup di dada anak-anak yang kelak akan menjadi penjaganya.

Dana terkumpul

Rp. 212.000
13 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Belum Memiliki Donatur Tetap, Yayasan Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Anak Yatim

“Kami hanya ingin anak-anak ini punya harapan! Sejak pertama kali berdiri, yayasan ini berjalan dengan penuh perjuangan, belum pernah mendapatkan dukungan dari pemerintah maupun donatur tetap.”“Kami berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, agar mereka bisa belajar, mengaji, dan tumbuh dalam lingkungan yang layak. Sarana belajar tak memadai, fasilitas mengaji pun seadanya. Semoga perjuangan kecil ini bisa membantu mereka kelak di masa depan.” -Sukamto, Pengurus Panti Yayasan Cahaya Mutiara Cinta-Yayasan Cahaya Mutiara Sejahtera lahir dari kepedulian untuk memberi harapan baru bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya, dan kini kebingungan menapaki hidup. Yayasan berfokus pada pendidikan dan bantuan sosial pada yang membutuhkan. Usia yayasan masih seumur jagung, yaitu berdiri tahun 2024 di Taman Tridaya Indah, Tambun Selatan, Bekasi. Namun, saat ini sudah ada 202 anak yang tinggal di bawah naungan yayasan. Mereka belajar dengan penuh semangat baik formal nonformal, sekolah, bimbingan belajar, pelatihan komputer, mengaji olahraga dan tata boga. Meski keterbatasan biaya, yayasan selalu bertekad memberikan yang terbaik agar masa depan anak-anak tidak pupus. Namun, kenyataan di balik perjuangan pengurus yayasan sungguh memilukan. Yayasan kami belum memiliki donatur tetap. Dana operasional masih berasal dari iuran para pengurus, sumbangan keluarga anak-anak, dan sedikit uluran tangan dari orang baik. Itu pun seringkali tak mencukupi.Anak-anak harus rela makan menu yang sama setiap hari, yaitu nasi, sayur, telur, dan tempe. Itupun kami sering kesulitan, tak jarang, pengurus panti harus menahan tangis dan memutar otak, dari mana lagi kami bisa memberi makan anak-anak hari ini?Yayasan ini mungkin masih seumur jagung, tapi bagi anak-anak ini, panti ini adalah segalanya, rumah, harapan, dan satu-satunya tempat mereka bisa merasa aman dan dicintai. Yayasan sangat membutuhkan dana untuk sekedar membeli beras, susu, dan kebutuhan pokok harian pun kami sering kebingungan. #TemanBaik, mari bantu anak-anak Panti Yayasan Cahaya Mutiara Cinta agar terpenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!

Dana terkumpul

Rp. 6.482.000
7 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Light Ministry Orchestra Gelar Konser Istimewa Bersama Anak Disabilitas

Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, Light Ministry Orchestra menghadirkan sebuah konser istimewa yang tidak hanya menyuguhkan harmoni musik, tetapi juga membawa pesan harapan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Konser ini menjadi ruang ekspresi, apresiasi, dan dukungan nyata bagi anak-anak dan generasi muda untuk terus bermimpi, berkarya, dan berkembang melalui seni musik.Di balik setiap alunan nada, terdapat semangat untuk membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pengembangan bakat, khususnya bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Melalui kegiatan ini, Light Ministry Orchestra ingin menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan bersinar.Untuk mewujudkan konser dan rangkaian kegiatan pendukung ini, kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui kegiatan ini. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan anak-anak disabilitas. Partisipasi Anda, sekecil apa pun, memiliki arti besar. Dengan berdonasi, Anda turut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang aman, inspiratif, dan penuh harapan bagi generasi penerus bangsa.Mari bersama-sama kita rayakan Hari Anak Sedunia dengan aksi nyata. Karena masa depan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama.#TemanBaik, yuk ikut berkontribusi dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!

Dana terkumpul

Rp. 100.370.000
7 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
Ada 3 Lubang di Jantungnya! Anak Tukang Ojol Harus Operasi Bedah di Jakarta

“Dokter bilang terdapat 3 lubang di jantung anakku! Air mataku tak berhenti mengalir sepanjang perjalanan di atas motor, sambil menggendong anakku untuk pindah rumah sakit. Sementara suamiku mengendarai motor dengan pandangan kosong, sama linglung dan hancurnya.”“Kepalaku penuh ketakutan, bagaimana jika tubuh kecil anakku tak sanggup bertahan? Aku tak pernah siap kehilangannya. Di tengah kecemasan itu, aku juga dihantam biaya pengobatannya yang besar. Suamiku berbulan-bulan tak dapat upah di tempat kerja sebelumnya, karena mengantar anak berobat. Ia terpaksa banting setir menjadi pengemudi ojek online, yang penghasilannya pun tak menentu.” -Reni Misnawati, Orang tua Reynand-Akibat penyakit, kini tubuh anakku, Reynand Margogo Sinurat (3 thn), semakin hari semakin kurus, hingga tulang rusuknya kelihatan sangat jelas dari balik kulitnya. Ia tidak bisa tidur dengan tenang, karena sesak napasnya akan semakin menyiksa setiap malam hari hingga membuat bagian dadanya cekung.Setiap menangis, wajah anakku akan pucat dan membiru. Tak jarang Ia sampai muntah hebat. Jika kambuh, Ia bisa batuk-batuk sampai tubuhnya lemas dan dilarikan ke IGD rumah sakit. Tak seperti anak-anak seusianya, Ia hanya bisa minum susu untuk makan, itupun susu khusus yang harganya sangat mahal.Aku dan suami sering kewalahan, karena dalam sebulan anakku bisa menghabiskan jutaan rupiah untuk susunya. Bahkan pernah, untuk sekadar makan sehari-hari, aku harus membongkar celengan kaleng dan membeli beras kiloan dari uang logam yang tersisa.Sejak lahir, Reynand selalu menangis jika tak digendong. Aku tak bisa meninggalkannya, tak bisa keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Meski begitu, aku terus berusaha. Dari rumah, aku mencoba berjualan produk orang lain secara online, berharap ada sedikit tambahan untuk bertahan.Semua emas dan barang berharga yang kami miliki sudah kujual demi pengobatan anakku. Saat benar-benar buntu, aku hanya bisa menelepon orang tua dan rekan-rekan, memohon pinjaman. Aku keliling kota Pekanbaru, mencari bantuan ke sana kemari, demi satu harapan, dan anakku bisa terus hidup.Kini Reynand dirujuk untuk menjalani operasi bedah jantung di Jakarta. Aku semakin tak tahu harus mencari uang ke mana lagi. Biaya transportasi dari Pekanbaru ke Jakarta saja sudah sangat besar. Belum lagi obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta biaya hidup selama kami harus berjuang di tanah perantauan.Sebagai orang tua, aku hanya ingin satu hal, melihat anakku bernapas tanpa rasa sakit, dan hidup seperti anak-anak lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Reynand tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Reynand!

Dana terkumpul

Rp. 2.647.000
9 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
10 tahun hidup dengan tumor yang tumbuh di tulang ekornya! Puji Terus Kesakitan

“Sejak Ia masih bayi hingga kini berusia 10 tahun, anakku harus hidup ditemani tumor yang terus menggerogoti tubuhnya! Bukannya aku tidak ingin menyelamatkannya, tapi karena aku belum sanggup untuk membiayai operasinya.”“Setiap hari aku mendengar rintihannya, menahan sakit yang tak berkesudahan. Sementara itu, setiap hari suamiku bekerja keras dari pagi hingga malam sebagai buruh tebang pisang.  Recehan demi recehan aku kumpulkan, berharap suatu hari ada kesempatan untuk anakku menjalani operasi…” -Liza Ariyani, orang tua Puji-Tumor itu muncul di tulang ekor Puji Hariyani (10 thn) saat Ia baru berusia 3 bulan. Waktu itu aku menemukan benjolan di tubuhnya, dan dengan jantung berdebar, aku membawanya ke puskesmas. Ternyata firasatku benar, ada yang tidak beres dengan anakku.Dokter mengatakan anakku harus segera operasi pengangkatan tumor. Duniaku seketika runtuh dan lututku seketika lemas! Anakku yang masih bayi, harus berhadapan dengan penyakit mematikan, sementara aku tidak memiliki cukup uang untuknya operasi. Akhirnya anakku hanya bisa pasrah hidup dengan tumor itu. Sedangkan aku setiap hari memeluknya sambil berulang kali meminta maaf karena belum mampu membawanya berobat. Hari-hariku diisi dengan cemas, karena kondisi anakku semakin memburuk.Tumor itu kian membesar, sementara tubuhnya sangat kecil. harus berjuang lebih keras ketika belajar berjalan, tak seperti anak-anak lain. Sedikit saja tumornya tersenggol, ia menahan sakit yang membuat hatiku ikut hancur. Ia bahkan tak bisa merasakan saat Buang Air Besar atau Kecil, semuanya keluar tiba-tiba tanpa bisa Ia kendalikan.Meski hidup terasa berat, aku tak pernah berhenti berusaha mengumpulkan uang operasi. Baru ketika Puji berusia 10 tahun, dana itu akhirnya terkumpul. Namun saat kami sampai di rumah sakit daerah, dokter mengatakan mereka tidak sanggup menangani kasus Puji dan ia harus dirujuk ke Jakarta.Saat itu rasanya seluruh tenaga hilang dari tubuhku. Aku kembali tak berdaya, bingung harus bagaimana. Namun, di tengah kesulitan itu, mukjizat Allah datang! Aku mendapat bantuan pemerintah untuk biaya pesawat dari Bengkulu ke Jakarta.Anakku sudah menjalani operasi pengangkatan tumor pertamanya, dan kini sedang dalam masa pemulihan. Namun perjuangan kami belum selesai. Ia masih membutuhkan pengobatan lanjutan dan pemeriksaan berkala agar benar-benar bersih dari tumor.Untuk biaya selama di Jakarta, aku bahkan sudah menjual tanah. Kini aku sudah tak punya apa-apa lagi. Sementara kebutuhan terus berjalan, biaya transportasi Bengkulu ke Jakarta, obat yang tidak ditanggung BPJS, hingga kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Puji tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Puji!

Dana terkumpul

Rp. 24.481.001
Berakhir
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Kemanusiaan
Aksi Berbagi Nasi Bungkus

Berbagi nasi bungkus dan santunan adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hal ini yang rutin dilakukan Denny Reksa.Bukan tokoh masyarakat bukan pula pejabat, Denny Reksa juga tidak memiliki yayasan sosial. Namun, jiwa sosialnya begitu tinggi. Nasi bungkus tersebut dibawa keliling, mulai dari Kota Surabaya hingga Terminal Purbaya.Denny Reksa yang merupakan mantan pewarta mengatakan, rutinitas membagikan nasi bungkus setiap Jumat sejatinya sudah lama dilakukan. Terhitung sudah 10 tahun dia membagikan nasi bungkus dan santunan untuk orang yang membutuhkan. Dia tidak lelah mencari tunawisma, lansia, penyandang disabilitas, hingga kaum duafa di Kota Surabaya. Berkembangnya waktu, kini aktivitas sosialnya tidak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di Mojokerto, Malang, hingga Semarang. Denny Reksa mengajak berbagai komunitas.TemanBaik, yuk dukung terus semangat berbagi Denny Reksa. TemanBaik juga bisa ikut serta dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).

Dana terkumpul

Rp. 30.587.075
1 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
Bangun Tidur Tiba-tiba Buta! Anak Kurir Alami Penyakit Saraf Langka

“‘Ma! Kok mata Azzam nggak bisa lihat apa-apa?’ Begitulah teriak panik anakku. Pagi itu, anakku berjalan sambil meraba-raba benda di sekitarnya, mencari keberadaanku dengan wajah penuh ketakutan. Ia kehilangan penglihatannya begitu bangun tidur.”“Kini, anakku hidup dalam dunianya yang gelap. Bukan karena tak ada harapan, tapi karena aku belum mampu membiayai tes genetik yang sangat besar. Sementara hanya tes itu satu-satunya jalan untuk mengetahui pengobatan apa yang seharusnya diberikan untuk anakku.” -Eni Maret, Orang tua Azzam-Keadaan Azzam Ikhwan Nurrochman (7 thn) sampai saat ini masih membuat hatiku terasa perih.Ia masih buta dan sulit berbicara. Masa sekolah yang seharusnya penuh warna, berubah menjadi hari-hari yang gelap dan membingungkan baginya.Saat awal penyakit itu muncul, aku benar-benar kalang kabut. Betapa tidak, dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, berharap ada satu dokter saja yang bisa memberi penjelasan. Namun tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anakku. Hingga akhirnya, setelah menjalani MRI, semuanya terungkap. Anakku mengalami adrenoleukodystrophy, penyakit genetik langka yang menyerang sistem saraf pusat. Seketika perasaanku hancur dan kebingungan.Padahal sebelumnya, Azzam adalah anak yang hampir tidak pernah sakit. Bahkan, Ia tak pernah mengalami kejang dan demam. Tak pernah terpikir sedikitpun bahwa suatu hari ia akan kehilangan penglihatannya begitu cepat.Kini, Ia harus menjalani tes genetik yang biayanya mencapai jutaan rupiah, sesuatu yang terasa sangat berat bagiku untuk membiayainya. Suamiku hanyalah seorang kurir barang, penghasilannya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.Kian hari, kondisi anakku mengalami kemunduran. Senyum cerianya menghilang dan langkah kecilnya yang menyambutku sudah tak ada lagi. Tubuhnya sulit bergerak, bahkan sekedar mengunyah pun Ia tak mampu.  Banyak waktu yang ia habiskan hanya terbaring di kasur, tak berdaya.Ada saat-saat ketika demamnya tinggi, napasnya tersengal, dan tubuhnya kaku. Beberapa kali ia harus kembali dirawat di rumah sakit. Merasa bersalah sekali karena belum mampu memberikan pengobatan yang benar-benar ia butuhkan. Ia seolah dipaksa menerima kondisinya, hanya karena kami tidak mampu.Saat ini, Azzam masih rutin kontrol ke rumah sakit agar dokter bisa terus memantau keadaannya. Namun jarak dari rumah kami ke RSCM cukup jauh. Sering kali aku kebingungan mencari biaya untuk ongkos transportasinya.Belum lagi kebutuhan lain seperti tes genetik, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan keperluan perawatan sehari-hari.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Azzam tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Azzam!

Dana terkumpul

Rp. 1.852.001
2 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Card image cap
Anak
Kelenjar Getah Bening Menggerogoti Leher Anak Tukang Sapu Jalan!

Halo TemanBaik,Nama saya Asgar Rukmana (36 tahun), orang tua dari Arka Fadhil Albaihaki (5 tahun). Dengan hati yang berat, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan kecil kami yang sedang berjuang melawan penyakit kelenjar.Beberapa waktu lalu, Arka mulai sering mengeluh lemas, demam naik-turun, dan pembengkakan di area lehernya. Awalnya kami pikir itu hanya gejala ringan seperti kurang istirahat atau flu biasa. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyampaikan bahwa Arka mengalami gangguan pada kelenjar yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.Mendengar itu, dunia serasa runtuh bagi kami. Melihat anak kecil yang biasanya ceria, kini harus bolak-balik rumah sakit, menjalani tes, suntikan, dan pemeriksaan membuat hati kami remuk. Arka sering bertanya, “Ayah, kapan sembuh? Aku mau main lagi…” dan setiap kali itu terucap, rasanya dada ini sesak karena belum bisa memberi jawaban pasti.Kami sebagai orang tua tentu ingin memberikan pengobatan terbaik. Namun biaya yang terus bertambah—mulai dari rawat jalan, obat-obatan, hingga pemeriksaan laboratorium—sering kali jauh melampaui kemampuan kami. Meski begitu, kami tetap berusaha bertahan demi kesembuhan Arka.Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami memohon bantuan dan doa dari TemanBaik, agar Arka dapat melanjutkan pengobatannya tanpa terhenti. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi Arka, setiap bantuan adalah harapan baru agar ia bisa kembali berlarian, tertawa, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain.Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca cerita kami. Semoga kebaikan Teman baik menjadi jalan kesembuhan bagi Arka.Salam hormat,Asgar Rukmana & keluarga

Dana terkumpul

Rp. 2.542.500
2 hari lagi
Dari Rp. 20.000.000
Lihat Semua
  Lihat Semua Campaign