Benihbaik x MNC
Salurkan donasi anda ke campaign-campaign di bawah ini
Campaign Pilihan Hari Ini
Pilihan Benihbaik
Panggilan Mendesak
Waktu mereka tidak banyak, mereka sangat membutuhkan bantuan kalian
Senyum Getir Fayzel di Tengah Kerusakan Organ Hatinya yang Terus Memburuk
“Saat dokter mengatakan anakku mengalami gangguan organ hati serius, momen itu menjadi titik yang menghancurkanku. Lututku lemas, dadaku sesak menahan tangis. Di hadapanku terbaring tubuh anakku yang begitu rapuh, membuatku terus bertanya, mampukah Ia bertahan dari penyakit yang mengancam nyawanya setiap detik?”“Sejak itu, suamiku terpaksa meninggalkan pekerjaannya karena fokus mendampingi anak berobat. Setiap bulan, anakku harus dibawa kontrol rutin dari Lampung ke Jakarta. hanyalah guru honorer dengan penghasilan yang tak seberapa, itupun aku sering cuti demi anak. Kondisi ini membuat keluarga kami kesulitan ekonomi. bahkan kebutuhan sehari-hari kini sering bergantung bantuan keluarga.” -Asri Bunga, Orang tua Fayzel-Fayzel Ghava Kareem (9 bln) mulai menunjukkan gejala sakitnya saat usianya baru 1 minggu. Tubuhnya tiba-tiba tampak berwarna kuning. Awalnya aku mencoba menenangkan diri, berpikir mungkin ini hanya kuning biasa pada bayi. Namun, kian hari warna kuning itu tak memudar, justru makin pekat dan mengkhawatirkan. Hingga akhirnya dokter mengatakan ada yang tidak biasa. Aku masih ingat betul bagaimana paniknya aku saat mendengar kenyataan pahit yang terjadi pada anakku. Ternyata, anak yang baru saja ku peluk dengan rasa syukur, harus menghadapi kelainan metabolik-genetik yang menyerang fungsi hatinya.Penyakit itu menyebabkan organ hati anakku membesar dan mengeras hingga membuat perutnya membengkak. Kulit hingga matanya kuning, tubuhnya mengalami anemia, trombositnya rendah, pertumbuhannya terganggu, bahkan beresiko pendarahan. Saat ini, anakku tidak bisa beraktivitas seperti bayi seusianya. Ia mudah lelah, napsu makannya sering menurun dan perkembangan motoriknya terhambat. Dalam kondisi tertentu, anakku bisa beresiko untuk menjalani transplantasi hati jika kerusakannya semakin parah.Namun dibalik tubuhnya yang lemah, Fayzel adalah anak yang luar biasa kuat. Tangisnya tak pernah lama meski Ia sakit setiap waktu. Ia tetap tersenyum setiap kali diperiksa dokter, seolah ingin menguatkanku bahwa ia belum menyerah. Senyum kecil itulah yang menjadi sumber kekuatanku. Aku percaya, Tuhan masih menyimpan harapan untuknya.Kini Fayzel masih dalam pemantauan intensif. Perjuangannya belum selesai. Namun di tengah ikhtiar untuk menyelamatkan anakku, aku dihadapkan pada kenyataan biaya yang tak sedikit. Untuk kontrol saja, kami harus menyeberang pulau dengan biaya transportasi yang besar. Belum lagi obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, susu khusus, serta kebutuhan hariannya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fayzel tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fayzel!
Dana terkumpul
Kritis! Anak 4 Tahun Lawan Kelainan Jantung Bawaan
Kalau sudah lelah, sekujur tubuhku sampai kuku juga akan membiru Ka! Kelainan jantung bikin aku lelah terus dan tidak stabil.Hai Ka!Kenalin aku Kezia (4th). Aku selalu membayangkan, bagaimana yaa rasanya kalau punya jantung yang sehat? Pasti kalau lagi capek, seluruh tubuhnya tidak membiru seperti aku kan, Ka?Aku lupa umur berapa pertama kalinya aku demam tinggi, sampai ayah harus membawa aku ke RS Keluarga Husada. Di sana aku di-opname 5 hari dan belum ada kecurigaan kalau aku mengidap kelainan jantung. 2 hari setelah diopname, aku harus balik lagi ke rumah sakit karena aku demam tinggi lagi. Aku langsung dirujuk ke RS Bunda Halima-Batam. Lalu, diperiksa ternyata kelainan jantung lah yang membuat kondisiku tidak stabil. Seperti teman-teman penderita kelainan jantung lainnya, aku gampang lelah, Ka. Ayah dan ibu selalu kebingungan bagaimana caranya menaikan berat badan.Sejak didiagnosis kelainan jantung, ayah dan ibu sudah berjuang. Mereka bahkan harus menjual perhiasan dan merogoh tabungan hingga ludes, untuk biaya transportasi dari Batam ke Jakarta. Ka, aku dan keluargaku sudah kehabisan biaya selama pengobatanku di Jakarta. Masih banyak kebutuhan dan juga obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS yang harus dibeli. Maukah bantu aku?Aku selalu berdoa berapapun bantuan yang kuterima bisa memberikanku harapan untuk punya jantung yang sempurna. Kakak yang mau mendukung kesembuhanku bisa menyalurkan bantuan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul
Aku Rela Kehilangan Segalanya, Asal Anakku Bisa Sembuh dari Jantung Bocor
“Demi mengumpulkan biaya untuk membawa anakku berobat ke Jakarta, rumah yang selama ini menjadi tempat keluargaku berteduh terpaksa kujual, tabungan sekolah yang kupersiapkan untuk masa depan anakku yang lain harus digunakan, bahkan aku memilih mengundurkan diri dari pekerjaanku sebagai sales kendaraan agar bisa sepenuhnya mendampingi perjuangannya berobat ke Jakarta.”“Aku yakin, setiap tetes keringatku tidak ada yang sia-sia. Aku percaya tidak ada satu pun tetes keringat, pengorbanan, dan doa yang sia-sia. Di setiap sujud, aku memohon agar Tuhan menguatkan langkah kecil anakku untuk terus bertahan melawan penyakitnya. Aku percaya, akan datang hari ketika Ia tersenyum tanpa rasa sakit sama sekali.” -Salman, Orang tua Alsava-Sejak lahir, aku sudah merasakan ada yang berbeda pada kondisi anakku, Alsava Zyannisa Amanda (4 tahun). Namun, karena banyak keluarga mengatakan bahwa kondisi itu wajar terjadi pada anak-anak, aku pun mencoba menenangkan hati.Meski begitu, sebagai orang tua, ada perasaan cemas luar biasa di hati kecilku melihat kondisi anakku. Selama 6 bulan lamanya, aku terus mencari informasi tentang kondisi yang dialami anakku melalui media sosial hingga bertanya pada-teman-teman. Banyak yang menduga bahwa Alsava mengalami kelainan jantung.Akhirnya, aku pun memberanikan diri untuk membawa anakku ke rumah sakit. Kekhawatiranku pun menjadi kenyataan. Dokter mendiagnosis anakku mengalami jantung bocor. Meski sebelumnya aku sudah mencurigainya, kenyataan itu tetap terasa seperti petir yang menyambar di siang bolong. Air mataku tak henti-hentinya mengalir, duniaku rasanya runtuh, apalagi anakku dirujuk untuk melanjutkan pengobatan dari Aceh ke Jakarta. Dengan segala keterbatasan dan dukungan keluarga, aku menguatkan hati untuk membawa anakku berjuang ke Jakarta demi kesembuhannya.Saat ini, anakku sudah menjalani operasi jantung. Perlahan, warna kebiruan di tubuhnya mulai berkurang dan detak jantungnya sudah kembali normal. Namun, perjuangan kami belum berakhir. Hidupku saat ini sepenuhnya terpusat pada anakku, mulai dari mengatur segala perawatan, obat dan asupan yang dibutuhkannya.Syukurlah, di balik tubuh kecilnya, anakku memiliki semangat yang begitu besar. Setiap kali menjalani pengobatan, ia selalu berkata ingin segera pulang karena rindu bertemu kakak dan neneknya. Ia juga tak pernah lupa menelepon keluarga di rumah untuk melepas rindu. Sayangnya, perjalanan menuju kesembuhan Alsava masih panjang. Ia masih harus menjalani operasi lanjutan beberapa tahun ke depan. Sementara itu, biaya pengobatan terus bertambah, sedangkan aku selama ini mengandalkan biaya dari bantuan keluarga jika ada.Sementara itu, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alsava tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alsava!
Dana terkumpul
Matanya Berjamur Demi Bekerja untuk Keluarga, Pak Warjo Kehilangan Penglihatan
Dulu, Pak Warjo adalah tulang punggung keluarga yang tak pernah mengenal lelah. Ia rela bekerja keras dari pagi hingga larut malam. Bahkan, Ia mengambil resiko dalam bekerja yang membuat matanya terkena percikan las, debu dan membuatnya sering begadang.Siapa sangka, pengorbanan itu justru meninggalkan luka yang tak terbayangkan. Sedikit demi sedikit, kondisi matanya semakin memburuk hingga merenggut penglihatannya. Akhirnya, Pak Warjo tak lagi bisa bekerja. Kini, sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari saja kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatannya.Sejak tahun 2024, hidup Bapak Warjo (41 tahun) berubah drastis. Mata kirinya yang dulu membantu mencari nafkah untuk keluarga kini mengalami kerusakan serius. Warnanya berubah menjadi abu-abu, sering terasa perih, silau, berair, bahkan tampak menonjol hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari.Setiap kali rasa sakit itu datang, Pak Warjo harus menahan pusing hebat yang menusuk hingga membuat air matanya terus mengalir. Ia hanya bisa meredakan nyeri dengan obat tetes mata dan membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sederhana.Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyampaikan kabar yang begitu berat. Terdapat infeksi jamur yang telah mengenai retina matanya. Jika tidak segera mendapatkan penanganan lebih lanjut, Pak Warjo terancam kehilangan penglihatannya secara permanen.Beliau harus menjalani operasi lanjutan, tapi Ia tidak ada biaya transportasi dari rumahnya di Indramayu ke rumah sakit di Bandung. Ia juga tidak memiliki wali yang bisa membantu biaya pengobatannya.Pak Warjo sudah berjuang menjalani operasi pertamanya dengan harapan bisa kembali melihat dan bekerja seperti sedia kala. Namun, perjuangannya belum berakhir. Kondisinya masih membutuhkan operasi lanjutan dan pengobatan intensif.Sayangnya, keterbatasan ekonomi menjadi hambatan besar. Pak Warjo tidak memiliki biaya transportasi untuk menempuh perjalanan dari Indramayu ke rumah sakit di Bandung. Ia juga tidak memiliki pendamping yang dapat membantu memenuhi kebutuhan selama menjalani pengobatan.Sejak sakit, Pak Warjo sudah tidak mampu bekerja secara maksimal seperti dulu. Meski begitu, ia tak pernah menyerah. Dengan sisa kekuatan dan penglihatan yang dimilikinya, Pak Warjo terus berusaha mengerjakan apapun yang ia bisa demi bertahan hidup. Selain biaya transportasi, masih ada kebutuhan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS dan harus dibeli secara mandiri.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Warjo tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Warjo!
Dana terkumpul
Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru
Adanya pembatasan import dan fenomena El Nino berkepanjangan, berdampak pada menurunnya produksi beras sejak Agustus 2023. Situasi ini menyulitkan lansia duafa, yang untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesusahan. Hai TemanBaik,Beras yang menjadi makanan pokok kita, nyatanya nggak bisa didapatkan dengan mudah. Khususnya bagi TemanKita yang hidup dalam himpitan ekonomi. Siapakah yang paling terdampak dari kelangkaan dan kenaikan harga beras ini? Tentu mereka adalah lansia duafa yang hidup serba kekurangan, bahkan dalam kondisi normal untuk makan sekalipun sangat sulit.Mereka nggak pernah bingung dan bertanya “enaknya pesan makanan apa?”. Yang mereka pikirkan adalah “Besok ada beras atau tidak ya?” Kondisi ini tentu menyedihkan untuk kita yang masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Maka dari itu, kami Berbagi Takkan Rugi sebagai komunitas ingin menunjukkan kepedulian kepada sesama terutama kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.Kali ini, kamu akan membagikan beras gratis untuk lansia duafa sebanyak kurang lebih 50 orang di daerah Pekanbaru. Gerakan kebaikan ini tentunya nggak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari TemanBaik. Semakin banyak yang mendukung kegiatan ini, akan semakin banyak pula lansia duafa yang terbantu. Untuk TemanBaik yang mau membantu pengadaan beras dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang ya!
Dana terkumpul
Bersama Xtreme Impact, Hadirkan Harapan untuk Perempuan Nelayan
Pada 1 November 2026, para perenang amatir akan mencoba untuk pertama kalinya menyeberangi Selat Madura. Mereka bukan atlet profesional. Mereka berenang untuk membawa perhatian dan harapan bagi perempuan nelayan di Demak, yang rumah, keluarga, dan mata pencahariannya semakin terancam oleh perubahan iklim dan banjir rob. Aksi kemanusiaan XTREME IMPACT ini juga meliputi kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat dan digerakkan oleh para alumni Kolese Kanisius dengan dukungan penuh Bandar Djakarta sebagai Official Impact Partner.l dan pendampingan dari TNI Angkatan Laut.Mari dukung setiap kayuhan mereka dengan berdonasi. Jadilah bagian dari gerakan yang mengubah keberanian menjadi kepedulian, dan kepedulian menjadi dampak nyata bagi sesama. Karena mungkin kita tidak ikut berenang menyeberangi Selat Madura, tetapi kita semua bisa ikut menyeberangkan asa bagi mereka yang membutuhkan.Terus Berdampak dan Bermakna Bagi Negeri.
Dana terkumpul
“Adek Ingin Main Bola,” Harapan Kecil Reyndra untuk Mendapatkan Jantung Sehatnya
“Dalam kepolosannya, anakku sering bertanya, ‘Ayah… dede mau lari-lari, mau main bola. Dede nanti sembuh kan ya?’ Ia belum mengerti betapa berat kenyataan yang harus dihadapinya. ““Namun, setiap kata dari anakku menyimpan harapan besar yang tak tega aku biarkan pudar. Kalimat sederhana itu menjadi kekuatan terbesar untuk terus memperjuangkan kesembuhan anakku. Kelak, aku ingin melihatnya berlari, tertawa dan hidup seperti anak-anak sehat lainnya.” -Opik Taufik, Orang tua Reyndra-Tangisan pertama seorang bayi biasanya menjadi tanda kebahagiaan bagi orang tua. Namun, tidak bagiku dan suami…Anakku, Muhammad Reyndra Ardhana Rahman (4 thn), lahir melalui operasi sesar d karena posisi sungsang. Saat itu, aku menanti suara tangis pertama anakku dengan penuh harap, tapi yang terjadi justru keheningan. Anakku lahir tanpa tangisan, saat itu seketika aku mengalami ketakutan yang luar biasa. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan kabar yang mengguncang perasaanku. Ada kebocoran dan penyempitan pada jantung anakku! Ia juga kekurangan oksigen sampai tubuhnya membiru. Dokter saat itu memutuskan agar anakku menjalani perawatan di inkubator selama 3 hari. Bayi kecilku, Ia sudah harus langsung berjuang untuk bertahan hidup begitu lahir di dunia. Hari-harinya tak pernah mudah, Ia sering mengalami sesak napas, mudah lelah dan tubuhnya sampai kebiruan. Dokter akhirnya merujuk anakku untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta. Bermodal nekat dan uang seadanya, enam jam perjalanan ku tempuh membawa anakku dari Kuningan, Jawa Barat, ke Jakarta. Namun, pengobatan berlangsung panjang, harus berkali-kali aku membawa anakku bolak-balik berobat ke perantauan. Hingga akhirnya semua uang habis, pengobatan anakku terpaksa terhenti.Seiring waktu, kondisi anakku kembali memburuk. Napasnya sesak dan anakku mengalami kelemahan pada kaki hingga tak mampu berdiri akibat kekurangan oksigen. Aku tak bisa diam saja, akhirnya aku menjual motor dan bahkan menggadaikan sertifikat rumah orang tuaku agar bisa membawa anakku berobat ke Jakarta. Syukurlah, setelah menjalani kateterisasi jantung di rumah sakit di Jakarta, kondisi anakku mulai membaik. Meski sudah ada perkembangan, tubuh anakku sesekali masih membiru dan nafsu makan anakku menurun.Anakku masih harus kontrol rutin dan menunggu operasi lanjutan pemasangan ring. Perjuangan anakku belum selesai, sementara biaya masih terus berjalan. Aku hanyalah buruh di vendor yg bekerja sama dengan PLN, penghasilanku hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Reyndra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Reyndra!
Dana terkumpul
Alami Lumpuh Otak dan Mikrosefali, Anak Saya Tidak Bisa Aktivitas Apapun
“Dokter bilang kemungkinan sembuh anak saya kecil, tapi setidaknya pengobatan mengurangi rasa sakit yang Ia derita. Rasa frustasi dan rapuh sudah saya telan dalam perjalanan saya untuk memperjuangkan kesembuhan anak saya selama 5 tahun terakhir. Saya masih menggantungkan harapan saya kepada mukjizat, suatu hari saya ingin melihat anak saya bisa mandiri dan bisa berbicara agar saya tahu apa yang Ia rasakan dan Ia inginkan.” -Desi Lestari, Orang Tua Dafa-Tak pernah saya sangka sebelumnya, ternyata Tuhan menitipkan saya anak spesial ini. Muhammad Dafa Perdana (5 thn), buah hati yang sejak kecil membuat saya dan keluarga heran dengan kondisinya. Ia tampak berbeda, tidak ada perkembangan sama sekali seperti anak pada umumnya.Di usianya yang sudah 3 bulan, Dafa tidak bisa tengkurap dan lehernya belum bisa tegak. Saat dibawa ke dokter, hasilnya menunjukkan anak saya mengalami kelumpuhan otak dan kondisi kepalanya berukuran lebih kecil dari anak normal.Pantas saja tumbuh kembangnya terganggu, ternyata otaknya juga tidak berkembang.Hingga saat ini Ia tidak bisa berjalan, duduk, maupun bicara seperti anak seusianya. Ia hidup hanya untuk berbaring, tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Tanpa ada orang lain di sekelilingnya, Dafa tidak bisa hidup karena semua aktivitasnya membutuhkan bantuan. Makan dan minum harus disuapi, buang air kecil maupun besar dilakukan di atas kasur menggunakan pampers. Ia juga sangat kurus, mungkin tidak selera karena hanya bisa mengkonsumsi makanan yang lunak saja. Bahkan berat badannya hanya 7 Kg, Ia harus minum susu khusus untuk menambah berat badannya. Terkadang Ia juga sering mengalami kejang.Tapi saya sebagai orang tua selalu memperjuangkan kesembuhan anak. Saya selalu rutin membawa anak fisioterapi dengan harapan agar Dafa suatu saat bisa berkembang dan beraktivitas secara mandiri. Namun saya terkendala biaya untuk anak saya terapi wicara, dia juga butuh alat bantu dengar, membeli susu khusus, pampers, serta vitamin.Suami saya hanya bekerja sebagai satpam, tapi kalau lagi libur biasanya menjalani pekerjaan tambahan sebagai pengemudi ojek. Namun, motor juga sudah dijual karena untuk pengobatan anak yang berkebutuhan khusus. Jadi, kadang pinjam motor tetangga yang menganggur untuk berupaya mencari tambahan biaya.#TemanBaik, mari bantu Dafa untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Wujudkan Pembangunan Asrama Yatim Panti Babussalam
Ada 89 anak yang kami asuh di sini, namun sayangnya kami kurang ruangan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. Untuk sekian puluh anak, kami hanya punya tiga ruangan tidur yang ukurannya sangat terbatas. Kegiatan anak-anak banyak namun kami terbatas untuk bisa memfasilitasinya.Assalamualaikum, TemanBaik kami dari Panti Asuhan Babussalam, Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang bermaksud untuk mengajak semua di sini memberikan bantuannya bagi anak-anak asuh kami.Total ada 89 anak asuh yang tinggal bersama kami di sini, terdiri dari yatim, piatu, dhuafa, dan anak-anak terlantar. Begitu banyaknya anak-anak di sini namun kami hanya memiliki satu ruangan untuk berkegiatan, 1 ruang kelas, dan 3 kamar tidur dengan ukuran yang tidak terlalu luas.Kami ingin mereka bisa belajar lebih nyaman lagi di ruangan yang lebih baik, selain itu juga anak-anak perempuan ini di sini membutuhkan ruangan yang lebih untuk kegiatan mereka. Panti kami sekarang memang menjadi sentral belajar agama bagi warga sekitar. Posisinya yang strategis bersebelahan dengan masjid membuat banyak yang datang untuk bersama-sama berkumpul. Rencananya bantuan dari TemanBaik akan kami gunakan untuk membangun ruang kelas dan menambah sarana MCK supaya semakin nyaman lagi anak-anak tinggal di sini. TemanBaik, anak-anak di Panti Asuhan Babussalam membutuhkan kita semua untuk bisa mendapatkan ruangan kelas, supaya mereka semakin nyaman belajar dan menjalankan kesehariannya. Yuk, kita bantu dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Wujudkan Pendidikan untuk Masyarakat Pedalaman Papua
Kami dari organisasi We Love Others (WLO) saat ini bergerak untuk membantu anak-anak dan adik-adik di pedalaman Papua agar bisa mengeyam pendidikan yang layak dengan peralatan sekolah yang maksimal, terutama buku tulis/bacaan, alat tulis, alas kaki, dll.Keterbatasan ekonomi memaksa mereka untuk berhenti sekolah karena tidak mampu membeli beragam kebutuhan untuk sekolah. Jika kondisi itu berlanjut, mereka nantinya akan sulit mendapatkan pekerjaan sehingga melestarikan jerat kemiskinan dan kebodohan.Uluran tangan dari #TemanBaik akan sangat berarti bagi mereka. Sedikit bantuan yang kita kumpulkan dan salurkan untuk kebutuhan sekolah akan membuat mereka tersenyum bahagia. Menumbuhkan semangat mereka untuk belajar sekalipun harus berjalan kaki jauh di perbukitan yang sering kali kurang bersahabat.Yuk, kita sisihkan rezeki kita untuk memberikan berkah bagi mereka yang kekurangan. Mereka adalah generasi muda yang menjadi harapan orangtua, masyarakat, bangsa dan negara untuk memajukan Papua.
Dana terkumpul
Perjuangan dari Papua ke Jakarta, Elisius Jalani 4 Kali Operasi demi Sembuh dari Kelainan Usus
“Aku nekat! Bermodalkan utang di bank, aku membawa anakku berobat dari pelosok Papua ke Jakarta dengan hati cemas dan penuh harap. Namun belum juga pengobatannya selesai, uang yang kubawa sudah habis tak tersisa dan anakku malah pingsan hingga 2 kali. Aku ketakutan luar biasa menyaksikan tubuhnya tak berdaya.”“Di tengah kebingungan itu, aku juga luntang-lantung di perantauan, tidak ada uang untuk sewa tempat tinggal. Namun, di titik paling gelap itu, Seorang yang baru kukenal di rumah sakit, dengan tulus menawarkan tempat tinggal selama anakku dirawat inap. Kebaikan itu bagai pelukan hangat dari Tuhan. Saat itulah aku percaya, akan selalu ada tangan baik yang Tuhan kirimkan.” -Ika Setianingrum, orang tua Elisius-Di usianya yang baru 1 tahun, anaku, Elisius Daniel Saputra Mbaubedari (1 thn) sudah melewati 4 kali operasi! Ia didiagnosa hirschsprung disease, yaitu kelainan bawaan sejak lahir yang membuat usus besarnya tidak memiliki saraf.Di hari pertama kelahirannya, ia tak kunjung BAB dan malah muntah. Hati seorang ibu mana yang tidak panik? Dengan penuh kecemasan aku membawanya ke dokter. Benar saja, semuanya berubah serius. Di usia yang baru 4 hari, Ia sudah harus menjalani operasi pertamanya. Anakku dirujuk ke Jakarta untuk operasi lanjutannya. Namun cobaan tak berhenti di situ. Tak lama setelah operasi, perutnya kembung, ia mencret tanpa henti, ususnya membengkak. Dokter menyarankan terapi dan obat, tetapi tak ada perubahan berarti. Bahkan dokter sampai terbang ke Singapura untuk berdiskusi dengan tim medis di sana demi mencari jalan terbaik untuk anakku. Hasilnya ditemukan penyempitan di atas anusnya, dan harus menjalani operasi ulang. Setelah itu, Ia bukannya membaik, tapi malah mengalami dehidrasi, demam tinggi, campak, bahkan infeksi bakteri yang menyebabkan kista di ketiaknya.Dokter memutuskan anakku menggunakan selang NGT melalui hidungnya untuk makan dan minum agar menghindari infeksi. Ia BAB bukan melalui anus, tapi melalui perut sebelah kanannya yang dilubangi dan dibungkus kantong stoma. Setiap kali membersihkannya, aku berusaha tersenyum, meski air mata sering jatuh tanpa bisa kutahan.Namun, meski sudah sakit sejak lahir, tapi anakku jarang sekali merengek seperti anak sakit pada umumnya. Ia hanya merintih pelan saat rasa sakitnya benar-benar tak tertahankan. Berat badannya yang tetap baik, meski dengan segala keterbatasan pencernaannya, seperti menjadi tanda bahwa ia ingin sembuh, ia ingin hidup.Perjuangan kami belum selesai, operasi lanjutan masih menunggu. Suamiku kini bekerja lebih keras, dari pagi hingga malam menarik ojek, meninggalkan anak kami yang lain sendirian di rumah demi biaya pengobatan adiknya. Aku sudah mencoba menghubungi berbagai yayasan, berharap ada bantuan, tetapi belum ada jawaban.Sekedar makan sehari-hari pun, aku masih dibantu oleh orang baik yang aku temui di rumah sakit. Beberapa pasien juga membantu menebus obat anakku. Sementara itu, perjalanan sembuh anakku masih panjang. Ia masih terus membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Elisius tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Elisius!
Dana terkumpul
Akibat Berat Badan Kurang, Ranita tidak Bisa Operasi Kelainan Pada Langit Mulutnya
Ada celah di langit-langit mulut anakku! Aku menemukan kejanggalan tersebut ketika anakku, Ranita Putri (2 thn), sedang menangis dalam posisi mulut terbuka. Tak menunggu waktu, aku segera membawa anakku berobat ke rumah sakit.Perasaanku luar biasa cemas ketika anakku harus rawat inap selama 15 hari, ada apa ini? Hingga akhirnya dokter menghampiriku dan mengatakan anakku mengalami langit-langit sumbing. Seketika hatiku terpukul!Secara fisik mungkin ia tampak seperti bayi lainnya, namun di dalam, ada kondisi yang membuatnya tidak bisa makan dan minum melalui mulut seperti bayi normal. Sejak saat itu, ia harus dibantu dengan selang NGT yang ditancapkan ke hidungnya agar tetap bisa mendapatkan asupan nutrisi.Sempat pula anakku mendapat cobaan lain, Ia sampai harus dirawat di NICU rumah sakit. Ternyata, selain mulutnya bermasalah, anakku juga didiagnosa jantung bocor dan gangguan pendengaran. Seketika ketakutan menyergapku, tapi dokter berusaha menenangkan dan mengatakan anakku bisa sembuh. Sejak itu, aku semakin disiplin membawa anakku berobat. Syukurlah, kondisi jantung anakku yang sempat berlubang ternyata menutup dengan sendirinya. Namun, perjuangan anakku masih berlanjut pada operasi bibir sumbing yang belum bisa dilakukan karena berat badannya masih terlalu rendah.Di usianya yang sudah 2 tahun, berat badan anakku hanya 6,7 Kg. Sulit sekali membuat anakku naik berat badan, mungkin karena selama ini Ia tidak nyaman karena harus mengkonsumsi susu melalui selang. Hingga saat ini, anakku belum bisa berbicara, belum bisa makan dan minum seperti anak lain, dan masih harus berjuang setiap hari. Aku masih menggenggam harapan, sedikit lagi anakku bisa sembuh dan bisa hidup sehat seperti anak-anak lainnya.Aku selalu berupaya yang terbaik untuk kesembuhan anakku, bahkan membawa anakku ke rumah sakit menggunakan motor dalam cuaca yang kurang bersahabat. Namun, kondisi sulitnya kondisi ekonomi membuat perjuangan ini semakin terasa berat.Suamiku hanya bekerja sebagai kuli angkut kayu, penghasilannya terbatas karena tidak bekerja setiap hari. Terkadang, Ia juga bekerja sebagai tukang pijit untuk penghasilan tambahan. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, biaya membeli selang NGT, susu untuk menambah berat badannya dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ranita tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ranita!
Dana terkumpul