Lambungnya Terancam Bolong! Anak Tukang Ojek Berjuang dari Berbagai Penyakit
Rp. 27.650.501 dari Rp. 27.350.000
4 hari lagi
Penggalang Dana
Dian Rustami 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Dian rustami
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kota Bekasi
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Dokter mengatakan lambung anakku terancam bolong jika pengobatannya terhenti! Cairan asam lambung yang terus meningkat, dikhawatirkan menetes ke usus dan menggerogoti tubuh kecilnya. Jika itu terjadi, Ia juga bisa kehilangan nyawanya.”

“Aku terpaku, tak mampu berkata apa pun melihat kondisi anakku yang memprihatinkan. Tubuhnya lemas dan kurus, sampai tulangnya kian menonjol dari balik kulitnya. Sementara aku kesulitan biaya untuk melanjutkan pengobatannya…” -Dian Rustami, Orang tua Salman-

Muhammad Salman Alfarizi (10 bln) tidak tumbuh seperti anak-anak lain ketika usianya menginjak 6 bulan. Saat kusuapkan makanan, Ia sama sekali tidak mau membuka mulutnya. Awalnya, aku hanya mengira Ia sedang tumbuh gigi. Namun setelah bertemu dokter, kenyataan pahit justru menamparku.

Ada benjolan di belakang telinga anakku! Setelah diperiksa lebih lanjut, anakku dinyatakan positif TB Paru. Sejak itu, kondisi anakku semakin drop dan sering keluar masuk rumah sakit. Bahkan, Ia nyaris kehilangan nyawanya akibat sesak napas hebat.

Seiring berjalannya waktu, penyakit anakku justru bertambah. Anakku divonis gizi buruk karena tubuhnya yang lemah selalu disertai demam, muntah, dan dehidrasi. Ia harus makan dan minum melalui selang NGT yang dimasukkan dari hidungnya, karena setiap makanan yang masuk selalu Ia tolak.

Cobaan tak berhenti di situ, setelah dipasang NGT, muntahnya justru semakin parah. Aku sempat memberinya susu alergi, berharap ada perubahan. Tapi anakku tetap tersiksa oleh muntah yang tak kunjung reda.
Setelah kembali periksa ke rumah sakit, anakku membawa diagnosa baru, yaitu gerd akut, kelainan lubang kencing (hipospadia), hingga amandel. Tuhan, masih pantaskah tubuh sekecil itu menanggung beban sebanyak ini? Ia terlihat begitu kelelahan, Ia masih menanti mukjizat-Mu.

Tidur anakku tak pernah tenang sampai matanya sayu. Ia sering terbangun karena muntah atau perut yang bergejolak. Dalam sebulan, Ia bisa 12 kali periksa ke dokter. Namun, Ia masih menunjukkan semangatnya untuk terus hidup melalui senyuman mungilnya.

Anakku harus menjalani operasi, namun biaya menjadi kendala besarku. Motor, emas, dan barang berharga lainnya sudah habis dijual untuk pengobatan anak selama ini. Suamiku hanyalah pengemudi ojek online. Meski Ia sudah bekerja dari gelap pagi ketemu gelap malam, penghasilannya tetap tak menutupi biaya pengobatan anakku.
Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi bolak-balik ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu khusus, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Salman tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Salman!

Bantu Campaign Lainnya