Benihbaik_2026-05-12_17785822936a030315b035f.jpeg

Selain Lahir Tanpa Anus, Zayyan Juga Mengalami Kerusakan Organ Hati

Rp. 3.506.001 dari Rp. 24.382.000

13 hari lagi


Penggalang Dana

05026a62517e2ae94b8a686cb2438c76_n.jpg
Nadila Desi Amelia ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Zayyan Alfarizi

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Dharmasraya

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Dokter mengatakan organ hati anakku sudah mulai menghitam akibat kerusakan! Seketika aku mematung, tubuhku gemetar dan aku menangis sejadi-jadinya mendengar fakta itu. Itulah momen paling menyakitkan selama hidupku.”

“Pikiran buruk terus menghantui, takut kehilangan anakku untuk selamanya. Bahkan, rambutku rontok parah karena stres. Kadang aku menyalahkan diriku sendiri, merasa gagal menjaganya. Belum lagi, kenyataan tentang biaya pengobatan yang besar membuatku semakin tak berdaya.” -Nadila Desi, Orang tua Zayyan-

Masih dalam keadaan lemas usai melahirkan, aku langsung dihadapkan pada kenyataan yang tak terbayangkan. Anakku, Zayyan Alfarizi (18 bln), didiagnosa tidak memiliki lubang anus, entah bagaimana itu bisa terjadi. 

Di usianya yang baru 4 hari, anakku harus operasi pembuatan lubang pada perutnya  sebagai jalan sementara untuk buang air besar sementara. Namun cobaan itu ternyata belum berakhir. Aku mulai merasa ada yang tidak beres, karena tubuh perlahan menguning.

Dan benar saja, saat pemeriksaan lanjutan, anakku tidak memiliki saluran empedu. Kondisi itu membuat organ hatinya perlahan rusak. Anakku langsung menjalani operasi kasai dengan harapan organ hatinya membaik. 

Tapi sebulan usai operasi, anakku tiba-tiba mengalami sesak napas, perutnya mengeras, dan demamnya tinggi. Ia sampai harus masuk rumah sakit. Namun, 5 hari dirawat, kondisinya semakin memburuk. Tubuhnya membengkak, kesadarannya menurun. Aku berteriak histeris memanggil perawat agar memeriksa kondisi anakku. 

Hingga akhirnya Ia harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar, menempuh perjalanan panjang selama 2 jam dengan penuh kecemasan di dada. Di rumah sakit itu, tubuh anakku dipenuhi selang dan alat medis. Di usia yang masih belasan bulan, anakku sudah sering keluar masuk rumah sakit. 

Kini tubuhnya sering lemas, semakin kurus, dan hampir setiap malam ia menangis kesakitan hingga terbangun dari tidurnya. Dokter mengatakan anakku masih harus menjalani operasi lanjutan. Tapi di sisi lain, biaya pengobatan terus membengkak tanpa bisa aku hentikan. 

Aku sudah menjual mahar pernikahan, menjual ponsel, bahkan terpaksa berutang ke tetangga demi anakku tetap bisa bertahan. Suamiku hanya bekerja sebagai pemotong pohon karet, dengan penghasilan yang bahkan sering tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kami juga harus mengeluarkan biaya besar untuk bolak-balik dari kampung ke rumah sakit di kota.Selain itu, anakku juga membutuhkan obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, kantong kolostomi yang harus rutin dibeli, susu, dan berbagai kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zayyan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zayyan!

Bantu Campaign Lainnya