Benihbaik_2026-05-11_17784897276a01997f9f6c7.jpeg

Ditinggal Ayah, Ibu Berjuang Sendiri Mendampingi Haura yang Alami Sederet Penyakit

Rp. 2.183.002 dari Rp. 42.462.000

59 hari lagi


Penggalang Dana

SYAFRINI ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Syafrini

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kota Depok

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


Cobaan semakin berat ketika Ayah Haura memilih pergi meninggalkan keluarga saat usia haura baru 2 bulan, tanpa kabar dan tanpa tanggung jawab. Tinggallah Ibu dari Haura yang harus bertahan sendiri, merawat empat anaknya yang masih kecil sambil merawat Haura yang sakit.

Setiap minggu, Ibunya harus bolak-balik puluhan kilometer untuk membawa Haura ke rumah sakit. Tapi seringkali pada akhirnya langkah itu terhenti karena tidak ada biaya. Sementara Ibunya hanya mengandalkan sisa tabungan yang makin menipis karena tidak punya penghasilan… -Syafrini, orang tua Haura-

Haura Adzkia Shalfina (21 bln) lahir secara prematur, tubuh mungilnya belum siap lahir ke dunia. Sejak pertama kali membuka mata, Ia sudah harus berjuang di ruang NICU. Di sana, napasnya kerap terhenti seolah Ia kelelahan untuk bertahan.

Suara napasnya lirih, tubuhnya lemah, bahkan untuk menyusu pun Ia tidak mampu. Alat medis menjadi penopang hidupnya di hari-hari awal Ia lahir. Setelah pulang ke rumah, perjuangan itu tak juga mereda dan rasa cemas orang tuanya justru semakin menghantui.

Kondisi Haura tak menunjukkan perubahan, dokter saat itu mendiagnosa Haura hanya mengalami gizi buruk. Namun kondisinya tetap mengkhawatirkan, dengan hati berdebar dan penuh ketakutan, orang tuanya membawanya ke rumah sakit.

Saat itulah, kenyataan pahit satu per satu terungkap. Ada lubang di jantung kecilnya, Ia juga didiagnosa laringomalasia (jaringan pita suara lemah), GERD, hipertiroid, serta kekurangan gizi. Ia harus makan dan minum menggunakan selang NGT yang dimasukkan melalui hidungnya, karena napasnya sesak setiap menyusui.

Hidup Haura sejak itu tak pernah lepas dari tabung oksigen untuk bisa terus bernapas. Ia sering muntah, napasnya sering bunyi, mudah diare, bahkan sulit buang air. Ia tidak boleh kelelahan sama sekali, karena beresiko kesehatannya menurun drastis. 

Tak ada yang bisa menggambarkan perih hati Ibunya menyaksikan Haura sudar menderita sejak lahir, apalagi jika Haura harus masuk rumah sakit. Demi pengobatan anaknya, ibunya rela menjual motor, telepon genggam hingga meminjam uang ke banyak orang. 

Padahal kebutuhan terus berdatangan, Haura masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis, dan kebutuhan lainya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan haura tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup haura!    

Bantu Campaign Lainnya