Benihbaik_2026-03-25_177441796969c37831d96be.jpeg

“Adek Ingin Main Bola,” Harapan Kecil Reyndra untuk Mendapatkan Jantung Sehatnya

Rp. 11.625.000 dari Rp. 11.595.000

11 hari lagi


Penggalang Dana

Opik Taufik rahman ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Muhammad Reyndra Ardhana Rahman

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Kuningan

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Dalam kepolosannya, anakku sering bertanya, ‘Ayah… dede mau lari-lari, mau main bola. Dede nanti sembuh kan ya?’  Ia belum mengerti betapa berat kenyataan yang harus dihadapinya. “

“Namun, setiap kata dari anakku menyimpan harapan besar yang tak tega aku biarkan pudar. Kalimat sederhana itu menjadi kekuatan terbesar untuk terus memperjuangkan kesembuhan anakku. Kelak, aku ingin melihatnya berlari, tertawa dan hidup seperti anak-anak sehat lainnya.” -Opik Taufik, Orang tua Reyndra-

Tangisan pertama seorang bayi biasanya menjadi tanda kebahagiaan bagi orang tua. Namun, tidak bagiku dan suami…

Anakku, Muhammad Reyndra Ardhana Rahman (4 thn), lahir melalui operasi sesar d karena posisi sungsang. Saat itu, aku menanti suara tangis pertama anakku dengan penuh harap, tapi yang terjadi justru keheningan. Anakku lahir tanpa tangisan, saat itu seketika aku mengalami ketakutan yang luar biasa. 

Setelah diperiksa, dokter menyampaikan kabar yang mengguncang perasaanku. Ada kebocoran dan penyempitan pada jantung anakku! Ia juga kekurangan oksigen sampai tubuhnya membiru. Dokter saat itu memutuskan agar anakku menjalani perawatan di inkubator selama 3 hari. 

Bayi kecilku, Ia sudah harus langsung berjuang  untuk bertahan hidup begitu lahir di dunia. Hari-harinya tak pernah mudah, Ia sering mengalami sesak napas, mudah lelah dan tubuhnya sampai kebiruan. Dokter akhirnya merujuk anakku untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta. 

Bermodal nekat dan uang seadanya, enam jam perjalanan ku tempuh membawa anakku dari Kuningan, Jawa Barat, ke Jakarta. Namun, pengobatan berlangsung panjang, harus berkali-kali aku membawa anakku bolak-balik berobat ke perantauan. Hingga akhirnya semua uang habis, pengobatan anakku terpaksa terhenti.

Seiring waktu, kondisi anakku kembali memburuk. Napasnya sesak dan anakku mengalami kelemahan pada kaki hingga tak mampu berdiri akibat kekurangan oksigen. Aku tak bisa diam saja, akhirnya aku menjual motor dan bahkan  menggadaikan sertifikat rumah orang tuaku agar bisa membawa anakku berobat ke Jakarta. 

Syukurlah, setelah menjalani kateterisasi jantung di rumah sakit di Jakarta, kondisi anakku  mulai membaik. Meski sudah ada perkembangan, tubuh anakku sesekali masih membiru dan nafsu makan anakku menurun.

Anakku masih harus kontrol rutin dan menunggu operasi lanjutan pemasangan ring. Perjuangan anakku belum selesai, sementara biaya masih terus berjalan. Aku hanyalah buruh di vendor yg bekerja sama dengan PLN, penghasilanku hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, susu dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Reyndra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Reyndra!

Bantu Campaign Lainnya