Di Usia Senja, Bayi Suminar Justru Berjuang Melawan Sesak dan Kerusakan Jantung
Rp. 425.002 dari Rp. 8.400.000
56 hari lagi
Penggalang Dana
Bayi suminar 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Bayi suminar
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kab. Lebak
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Saat aku sesak napas hebat dan harus dibawa ke IGD rumah sakit, keluargaku benar-benar tidak memiliki uang sepeserpun untuk ongkos ambulans. Mereka bahkan mengesampingkan rasa malu mereka, menangis dan memohon pertolongan tetangga agar bisa membantu membawaku ke rumah sakit.”

“Rasanya sangat menyakitkan, ketika waktu terus berjalan aku tak bisa langsung ditangani, malah harus melihat keluargaku harus kesusahan karenaku. Aku ingin sembuh, aku tak ingin keluarga kerepotan lagi dan aku masih ingin berkumpul dengan cucuku.” -Bayi Suminar-

Di usia yang memasuki 63 tahun ini, harapan terbesarku bukanlah kemewahan, melainkan bisa menikmati masa tua dengan tubuh sehat dan tetap berada di tengah keluargaku tercinta. Namun kini, yang aku jalani justru berbanding jauh dengan harapan.

Aku didiagnosa mengalami kerusakan jantung. Penyakit ini mulai terasa saat aku berusia 61 tahun, aku sering mengalami sesak napas berat, dada terasa seperti dihimpit, tubuhku lelah meski hanya aktivitas ringan hingga kedua kakiku membengkak.

Keluargaku sempat mengira aku hanya kelelahan karena usiaku yang sudah tua. Namun, kian hari kondisiku justru semakin memburuk. Bahkan, berbaring membuatku kesulitan bernapas. Aku harus terus duduk untuk bisa menghirup udara.
Akhirnya, aku periksa ke dokter dan hasilnya kerusakan jantungku cukup serius. Aku terkejut menyadari kehidupan pahitku baru saja dimulai. Sejak itu, aku menjalani hari-hari berjuang mengambil napas di tengah rasa pengap yang menyiksa.

Penyakit ini merenggut banyak hal dari hidupku. Dulu, aku masih bisa menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga yang mandiri. Kini, selangkah saja sering membuat tubuhku oleng dan napas terengah. Aku juga tak sanggup lagi mengangkat barang, berjalan jauh dan melakukan pekerjaan rumah seperti dulu.
Perjuangan menuju sembuh juga tak mudah. Jika malam-malam aku sesak napas, maka keluargaku sejak subuh sudah mengantre di rumah sakit agar aku mendapatkan pelayanan yang paling cepat.

Sedikit demi sedikit tabungan habis dan barang berharga telah dijual. Sumber keuangan di rumah berasal dari anggota keluarga yang bekerja sebagai guru honorer, penghasilannya terbatas. Bahkan, untuk sehari-hari juga sering kali kurang.
Sementara itu, aku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Bayi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Bayi!

Bantu Campaign Lainnya