Benihbaik_2026-08-04_17858107526a714f406b8de.jpeg

Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes

Rp. 2.532.000 dari Rp. 18.710.000

2 hari lagi


Penggalang Dana

Ngalminah ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Aron Sokhizato

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kota Tanjung Pinang

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Suamiku terkena PHK dan menganggur lebih dari setahun. Namun, Ia tidak menyerah dan memutuskan untuk merantau ke Jakarta demi mendapat pekerjaan. Baru sebulan Ia mencoba menjadi supir taksi online, siapa sangka cobaan datang. Suamiku ditemukan tak sadarkan diri di kamar kosnya saat akan berangkat gereja.”

“Ia didiagnosa mengalami penyumbatan pembuluh darah hingga stroke berat. Aku sempat berpikir suamiku tidak bisa selamat melewati masa kritis di ICU rumah sakit, tapi Tuhan masih memberikan kesempatan. Aku sendiri kebingungan membiayai pengobatannya yang panjang, aku juga tak mau kehilangannya.” -Ngalminah, Istri dari Aron- 

Suamiku, Aron Sokhizato Gea (47 thn), mengalami lumpuh badan, tangan dan kaki sebelah kanan. Seolah penderitaan tak berhenti mengintainya sampai disitu, Ia sering mengeluhkan sakit kepala hebat. Saat diperiksa, Ia didiagnosa diabetes hingga hipertensi.

Kondisi suamiku terus menurun, hingga akhirnya Ia menjalani operasi pada tempurung kepalanya. Syukurlah, operasi berjalan lancar. Tapi cobaan baru datang, saat suamiku sudah bisa pulang dari rumah sakit, aku bingung harus pulang kemana? Kami di perantauan dan tidak ada uang untuk bayar kosan.

Di tengah keputusasaan itu, ternyata Tuhan tak membiarkanku sendiri. Melalui keluarga dan teman dekat yang membantu dana, aku bisa melewati hari itu. Aku mencari kamar kos sederhana dan memulai hari-hariku dengan perjuangan.

Aku akhirnya membawa suamiku pindah ke rumah singgah karena sudah tidak sanggup membayar sewa kos. Pikiranku juga terpecah, antara merawat suamiku dan kondisi anak-anakku di kampung halaman di Tanjung Pinang, yang dititipkan pada Ibuku.

Di kondisinya yang sudah tua, Ibuku tetap harus bekerja membuat kue agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari anakku dan sewa rumah di sana. Demi menghemat biaya, aku mempelajari sendiri cara terapi yang aku perhatikan saat suamiku berobat, dan melakukan terapi mandiri pada suami di rumah singgah.

Perjuanganku mulai menunjukkan titik terang, kesadarannya mulai kembali. Sebelumnya hanya bisa membuka mata saja, kini Ia sedang berlatih duduk dan bisa didudukkan di kursi roda. Ia juga mengikut saran dokter untuk membantu menggerakkan tangan kanan menggunakan tangan kirinya.

Suamiku harus menjalani operasi lanjutan, tapi aku kesulitan biaya. Aku tidak bisa mencari nafkah karena harus fokus merawat suami, sementara keluarga sudah tak bisa lagi membantu. Aku juga sudah meminta bantuan ke pemerintah dan pihak swasta, tapi belum juga mendapatkan respon.

Sementara itu, suamiku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aron tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aron!   

Belum ada aktifitas terbaru penggalang dana

Disclaimer: Informasi dan opini yang tertulis di halaman ini Adalah milik Penggalang dana dan tidak mewakili BenihBaik

Bantu Campaign Lainnya