Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Rp. 775.002 dari Rp. 8.946.000
8 hari lagi
Penggalang Dana
Elisa Agus Seti Yani 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Elisa Agus Seti Yani
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kab. Banjarnegara
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Aku kehilangan anak keduaku akibat penyakit! Saat aku mengandungnya, tiba-tiba tensiku naik drastis. Demi menyelamatkan nyawa kami, dokter terpaksa melakukan persalinan saat kandunganku baru menginjak 7 bulan. Namun, di usia 2 hari, buah hatiku meninggal dunia. Rasanya seperti separuh hidupku ikut pergi bersamanya.”

“Kupikir setelah kepergian anakku, penderitaan ini akan berakhir. Ternyata tubuhku lemas, pucat, kepalaku pusing dan air kencingku berbusa. Bahkan, kondisiku juga ikut menurun hingga aku dilarikan ke rumah sakit. Setelah pemeriksaan lanjutan, aku didiagnosa gagal ginjal stadium 5! Di tengah duka, aku kembali harus mempertahankan hidupku sendiri.”

Aku Elisa Agustiani (30 thn),dokter mengatakan ginjal saya sudah tidak lagi berfungsi. Setelah vonis itu, aku menjalani operasi pemasangan alat bernama CDL pada leherku sebagai akses menjalani cuci darah rutin. Namun, alat itu ternyata mengalami kerusakan.

Dokter akhirnya kembali melakukan operasi padaku untuk pemasangan alat cuci darah permanen di tangan kiri. Seumur hidup aku harus menjalani cuci darah setiap 2 kali seminggu untuk bertahan hidup.

Tak hanya merenggut organ tubuhku, penyakit ini juga merenggut tenaga dan kebebasanku. Setiap hari kepalaku pusing karena tekanan darah tinggi, kakiku membengkak sehingga tak bisa berjalan jauh, tanganku tak bisa mengangkat beban berat karena menjadi titik cuci darah, dan terkadang aku mengalami sesak napas hingga aku sulit tidur.

Meski tubuhku semakin rapuh, tapi aku selalu semangat untuk sembuh. Setiap hari aku berupaya olahraga di depan rumah dan menjaga pola makan. Di setiap sujudku, aku melantunkan doa agar penyakitku diangkat dan aku punya kesempatan hidup lebih lama bersama keluarga.

Aku tidak mau melihat orang-orang yang aku sayangi terus menangis karena aku. Namun, perjuangan ini tak hanya menguras fisik, tapi juga ekonomi keluarga. Dulu aku mesih punya penghasilan dari berjualan di toko kue, tapi sekarang semua penghasilan bersumber dari suamiku.

Suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan terbatas. Ia sering bekerja lembur dan mencari pekerjaan tambahan agar aku bisa terus berobat. Saat Iibur, Ia akan mengambil alih pekerjaan rumah. Aku sangat bersyukur, karena sangat besar rasa cintanya padaku.

Meski biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi sendiri, mulai dari biaya transportasi bolak-balik ke rumah sakit, vitamin, susu khusus, makanan bergizi tinggi protein, obat-obatan, hingga alat medis yang tidak ditanggung BPJS. Demi memenuhi semua itu, Elisa terpaksa menjual barang-barang yang masih dimilikinya.

Saat ini, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Elisa tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Elisa!

Bantu Campaign Lainnya