Benihbaik_2026-04-09_177573173669d784189d456.jpeg

Penyakit Limfangioma Membuat Benjolan di Leher Anakku Kian Membesar!

Rp. 1.758.002 dari Rp. 9.717.000

9 hari lagi


Penggalang Dana

2026-03-27_1774598716_69c63a3cb7a2e.jpg
Nurul Imam ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
SITI SHOFIYATUL AKHFA

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kota Serang

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Setiap hari akui menatap benjolan di tubuh anakku dengan hati yang dipenuhi rasa cemas yang tak pernah benar-benar hilang. Dalam diam, kami hanya bisa berdoa, semoga penyakit itu  tidak semakin mengganas dan semoga tidak semakin menyakitkan bagi anakku.”

“Setiap kali benjolan itu terlihat menegang dan kemerahan, anak kami akan menangis tanpa henti. Ia belum bisa berbicara, tapi tangis pilunya seperti isyarat bahwa dia sedang merasa sangat tidak nyaman. Rasanya tidak ada yang lebih menyakitkan selain melihat anak sendiri menderita.” -Yuliana, Orang tua Siti Shofiyatul-

Siti Shofiyatul Akhfa, bayi perempuanku tercinta yang kelahirannya dipenuhi dengan kebahagiaan tanpa batas bagiku dan suami. Belum lama aku menikmati perasaan memeluk tubuh anakku dengan sayang, aku sudah dihadapkan dengan kenyataan yang begitu menyakitkan.

Aku menemukan ada benjolan di bagian lehernya. Awalnya aku mengira hanya bengkak biasa, tapi kian hari bengkak tersebut semakin besar dan membuatku ketakutan. Aku pun langsung membawa anakku ke dokter, tapi hasil pemeriksaannya membuat duniaku runtuh. 

Anakku didiagnosa limfangioma, yaitu kelainan pembuluh getah bening yang menyebabkan terbentuknya benjolan berisi cairan di tubuh. Anak yang baru  kusambut dengan penuh cinta, harus langsung berjuang melawan penyakit. 

Namun, belum pulih aku dari kesedihan, aku malah dihadapkan pada cobaan baru. Anakku harus berjuang hanya untuk bernapas. Infeksi paru-paru (pneumonia) membuat napasnya sesak, Ia harus tebaring di ruang NICU dengan alat bantu napas yang menutupi sebagian wajahnya.

Aku hanya bisa menangis menatapnya, menangis dan memohon kepada Tuhan agar anakku dikuatkan. Doaku dijabah, anakku akhirnya bisa melewati masa kritisnya. Namun, mimpi buruk anakku belum berakhir, karena benjolan di tubuhnya masih ada dan menjadi ancaman besar jika tidak ditangani.  

Hari-hariku kini diisi dengan bolak-balik rumah sakit, segala pengobatan untuk anak aku jalani tanpa henti. Namun, dengan kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas, setiap langkah terasa sangat berat. Aku selalu gelisah, karena tidak tahu bagaimana membiayai pengobatannya?

Suamiku hanya bekerja sebagai penjual sapu, perabot dan mainan anak, penghasilannya tak menentu. Sementara anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sitil tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Siti!

Bantu Campaign Lainnya