Benihbaik_2025-12-30_17670892226953a4469d93d.jpeg

Napas Ayesha Terus Tersendat Akibat Jantung Bocor!

Rp. 18.703.500 dari Rp. 18.670.000

2 hari lagi


Penggalang Dana

Maharani Widyasari ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Ayesha khadijah azzahra

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Sidoarjo

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“23 bulan anakku berjuang dengan kondisi tubuh yang sering tiba-tiba menurun drastis! Ia harus bertahan dengan selang yang menempel pada tubuh mungilnya agar bisa terus hidup.”

“Ibu mana yang kuat melihat anaknya berjuang di antara rasa sakit dan napas tersendat? Sering kali aku berbisik di telinganya, ‘Nak, bertahanlah, Ibu di sini, Ibu tidak akan berhenti berusaha untukmu.’ Aku tahu Ia mengerti dan terus berupaya untuk hidupnya.” -Maharani Widyasari, Orang tua Ayesha-

Sejak awal tahun 2024, hidup kami berubah. Anakku, Ayesha Khadijah Azzahra (2 thn), mulai menunjukkan gejala sesak napas yang membuat dadanya naik turun begitu cepat, berat badannya turun drastis, sampai membuat tubuh kecilnya semakin tampak rapuh. Aku curiga ada sesuatu yang terjadi pada anakku.

Saat aku membawanya ke puskesmas, dokter juga menduga ada yang janggal pada anakku. Bahkan, kondisi Ayesha tak kunjung membaik seminggu setelah minum obat.  Namun setelah satu minggu berlalu, Ayesha tidak kunjung membaik. Sesaknya tetap sama, bahkan Ia semakin terlihat melelahkan sekedar untuk bernapas. 

Akhirnya Ayesha dirujuk ke rumah sakit. Saat itulah semua terungkap, dokter mendengar suara bising pada jantung anakku. Setelah pemeriksaan mendalam, anakku didiagnosa beberapa penyakit yang membuat duniaku terasa runtuh, yaitu jantung bocor, bronchopneumonia, TBC, dan stunting. 

Ia sering keluar masuk rumah sakit akibat napasnya yang sering tiba-tiba sesak, tubuhnya lemas, rewel, menolak makan maupun minum susu. Badannya kurus dan sangat kecil, belum sanggup berjalan. Pengobatannya masih panjang, biayanya membuatku tercekik.

Suamiku bekerja sebagai buruh pabrik lepas dengan penghasilan tidak tetap. Sedangkan aku kadang mengambil pekerjaan antar-jemput anak sekolah dan menjadi kurir pesanan makanan. Penghasilanku dan suami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolah anakku yang lain.


#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sabrina tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sabrina!

Bantu Campaign Lainnya