Benihbaik_2025-11-03_1762145168690833908daaa.jpeg

Sudah menjalani Operasi 7 Kali! Leher Haziq dilubangi Akibat Penyakit Jantung

Rp. 14.313.000 dari Rp. 14.313.000

12 hari lagi


Penggalang Dana

510754e66d07d4dfbfb57232b4e9e6ec_n.jpg
Sarmina ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Haziq Al-Ghifari

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Kampar

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Usianya baru 3 tahun, tapi tubuh kecil anakku sudah melalui 7 kali operasi! Aku hampir mengira sudah tidak ada lagi harapan hidup anakku, saat Ia sempat koma 1 bulan. Tapi, seperti keajaiban dari Tuhan, ia tetap bertahan dan berjuang hidup.”

“Dokter sebenarnya menyarankan agar anakku dioperasi ke Malaysia, tapi aku hanya bisa pasrah karena terkendala biaya. Akhirnya, aku memilih jalan lain, yaitu anakku menjalani operasi pembuatan lubang pada lehernya sebagai jalan napasnya. Itu pun aku juga kesulitan, karena harus membeli alat medis yang mahal…” -Sarmina, Orang tua Haziq-

Meski sudah operasi berkali-kali, tetapi anakku, Haziq Al Ghifari (3 thn), masih sering mengalami sesak napas hingga dilarikan ke ICU. Ia tidak pernah tidur nyenyak, sejak penyakit kelainan jantung dan kelainan darah mulai menggerogoti hidupnya.

Waktu itu usianya masih 2 bulan, Haziq tiba-tiba sering menangis tak terkendali hingga badannya membiru. Tapi aku semakin terkejut ketika Ia kejang hingga tak sadarkan diri. Dunia terasa runtuh di depan mata, tapi aku juga harus buru-buru membawanya ke rumah sakit.

Tapi rumah sakit menolak menangani karena aku tak mampu membayar biaya Rp10 juta per malam! Tangisku histeris, kemana saya cari biaya sebanyak itu? Sementara aku takut kehilangan nyawa anakku. Hingga akhirnya, anakku dirujuk untuk berobat ke rumah sakit umum.

Dua bulan lamanya anakku mengalami kritis! Selama itu, aku berjuang sekuat tenaga, mulai dari meminjam uang sampai menggadaikan rumah  demi pengobatannya. Syukurlah, anakku juga sangat berjuang untuk hidupnya, Ia perlahan membuka mata dan pulih.

Kian hari, anakku semakin semangat untuk sembuh. Ia tak pernah menangis ketika ditusuk jarum infus. Bahkan, Haziq selalu bilang, “sembuh Haziq,” atau “Haziq sayang ibu,” hatiku rasanya pecah oleh haru dan bahagia.

Namun, pengobatan anakku masih panjang dan biaya yang dibutuhkan juga terus membengkak. Suamiku bekerja keras sebagai penyadap karet dan pelayan di rumah makan, tapi penghasilannya tetap tak mencukupi. 

Bahkan, pernah suatu kali, aku hanya punya Rp17 ribu hasil pinjaman tetangga, itu pun hanya cukup untuk bensin dan membeli pampers eceran. Untuk susu, suamiku harus meminjam lagi ke rekan kerjanya.

Anakku masih butuh biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, tiket pesawat untuk berobat dari Riau ke Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS uang sewa rumah selama berobat anak di Jakarta, susu, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Haziq tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Haziq!

Bantu Campaign Lainnya