Tak Hanya Merenggut Penglihatannya, Kanker Otak Membuat Ukkasya Tak Bisa Berjalan
Rp. 12.222.500 dari Rp. 12.000.000
12 hari lagi
Penggalang Dana
abdul rosid supriadi 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Ukkasya ulinnuha bilfaqih
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kab. Tangerang
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Tak pernah ku sangka, benturan di ujung pintu lemari itu membuat anakku mengalami kanker otak! Sel ganas itu sampai menekan matanya hingga Ia kesulitan melihat. Setiap detiknya nyawanya menjadi taruhan, karena tulang kepalanya pun mulai digerogoti penyakit kejam ini.”

“Ya Allah, bagaimana caraku bisa menyembuhkan anakku? Suamiku baru diberhentikan dari pekerjaannya, penghasilanku sebagai tulang punggung keluarga satu-satunya sangat terbatas. Sementara, hatiku remuk menyaksikan anakku menderita setiap hari.” -Kiki, Orang tua Ukkasya-

Tangisan pilu anakku, Ukkasya Ulinnuha Bilfaqih (3 thn), hari itu tak akan pernah ku lupakan. Bermula ketika aku sedang merapikan pakaian di rak plastik, Ukkasya tak sengaja terbentur ujung pintu rak plastik yang terbuka. Teriakannya pun memecah keceriaannya hari itu.

Ubun-ubun kanan kepala anakku langsung benjol! Aku sudah membawanya berobat, tapi benjolnya malah semakin besar dan Ia demam berkepanjangan. Aku sampai berpindah klinik untuk mencari jawaban atas kondisi anakku, ada dokter yang mengatakan anakku demam reumatik hingga ada yang menduga hidrosefalus akibat benturan.

Hingga suatu hari, duniaku benar-benar runtuh! Anakku tiba-tiba tak bisa berdiri, tak mampu berjalan karena tubuhnya nyeri. Akhirnya anakku dirujuk ke rumah sakit besar, saat itulah semua terjawab! Anakku didiagnosa neuroblastoma, kanker ganas yang menyerang saraf di kepalanya.

Sejak itu, emosi anakku tidak terkontrol. Ia sering menangis dan berteriak jika aku tak di sampingnya. Mungkin karena sekarang kanker ini mulai merenggut penglihatannya, Ia jadi seperti ketakutan pada pandangannya yang gelap.

“Ma, pijitin kaki adek,” permintaan sederhana itu selalu membuat hatiku terhantam. Tak terbayangkan, rasa nyeri pada seluruh sendi di tubuhnya yang tanpa jeda. Ia juga sering demam, lemas, kehilangan nafsu makan sampai berat badannya turun, dan mudah lelah.

Kini, kemoterapi menjadi bagian hari-hari anakku saat ini. Syukurlah, Ia selalu semangat untuk sembuh dan selalu patuh apa kata dokter. Aku juga selalu menggenggam erat harapan kelak anakku bisa sembuh dan melewati semua cobaan ini.

Namun, kendala biaya menjadi penghalang besar perjuangan anakku untuk sembuh. Suamiku belum mendapatkan pekerjaan lagi, dan penghasilanku sebagai buruh pabrik sangat terbatas. Aku pun sering tak bisa masuk kerja karena anakku selalu tak sanggup ditinggal.

Saat ini anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ukkasya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ukkasya!

Bantu Campaign Lainnya