Benihbaik_2026-02-20_17715684066997fd165ae9a.jpeg

Clarissa Bertahan dari Masalah Otak, Jantung Bocor dan Mata Katarak!

Rp. 25.608.000 dari Rp. 24.508.000

4 hari lagi


Penggalang Dana

2026-02-22_1771720740_699a5024cc609.jpg
Clarissa Salsabila ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Clarissa Salsabila

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Tangerang

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Anakku harus merasakan pahitnya ditolak 3 rumah sakit sekaligus dengan alasan kamar IGD penuh! Padahal, saat itu kondisi tubuh anakku kaku, demamnya sangat tinggi hingga matanya mendelik ke atas. Dalam kepanikan,  rumah sakit keempat mau menerima anakku, itupun hanya di kamar rawat inap biasa.”

“Namun, kondisi anakku justru semakin memburuk karena Ia belum juga mendapatkan perawatan yang semestinya. Saat itulah duniaku terasa berhenti, apalagi anakku tiba-tiba mengalami henti napas! Perasaan takut semakin menyergap, melihat selang medis memenuhi hampir seluruh wajah anakku. Dokter mendiagnosa anakku mengalami beberapa masalah pada otaknya!” -Wiwit Suliswati, Orang tua Clarissa-

Anakku, Clarissa Salsabila, didiagnosa infeksi otak, epilepsi, hingga hidrosefalus (penumpukan cairan berlebih pada otaknya). Demi bertahan hidup, Ia harus menjalani operasi pemasangan selang dari kepala menuju perutnya untuk mengurangi penumpukan cairan yang menekan otaknya.

Namun, belum selesai rasa sakit yang harus ditanggungnya, buah hatiku juga harus menerima diagnosa jantung bocor dan katarak pada kedua matanya. Hatiku hancur berkeping-keping karena berita buruk yang terus-menerus menghantam anakku seolah tak diberi ruang untuk bernapas merasa lega. 

Akibat terlalu banyak menahan rasa sakit, kini anakku tidak bisa melakukan apapun selain berbaring dengan tubuhnya yang kaku. Clarissa harus menjalani fisioterapi secara rutin agar fungsi gerak tubuhnya perlahan bisa kembali, serta operasi pemasangan lensa agar ia dapat melihat dunia dengan lebih jelas.

Terkadang ia mengalami demam, batuk, tremor, bahkan kejang-kejang. Setiap kali sakitnya kambuh, aku hanya bisa menggendongnya, mengelus punggungnya, dan berdoa agar rasa sakit itu segera berlalu. Saat menangis, tubuhnya bisa membiru, dan jika kondisinya semakin parah, aku harus segera membawanya ke rumah sakit.

Biaya pengobatan Clarissa sangat besar. Tak jarang aku harus meminjam uang ke sana kemari hanya untuk membawanya berobat. Suamiku hanyalah seorang buruh pabrik, dan setiap malam ia masih menjaga warung kopi demi menambah sedikit biaya untuk pengobatan anak kami.

Aku sendiri tak bisa bekerja karena harus sepenuhnya merawat Clarissa. Meski begitu, sesekali aku mencoba mengambil pekerjaan mencuci dan menggosok pakaian. Sekecil apa pun penghasilan itu, akan selalu aku usahakan, demi kesembuhan anakku

Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat bantu napas dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Clarissa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Clarissa!

Bantu Campaign Lainnya