Batuk yang Kami Kira Biasa, Ternyata Menyimpan Vonis Jantung Bocor untuk Arsyla
Rp. 935.000 dari Rp. 4.152.000
6 hari lagi
Penggalang Dana
Sumiyati 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Arsyla Fadhillah wahyudi
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kota Bandar Lampung
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Hati ibu mana yang tidak hancur saat melihat buah hatinya harus menahan sakit disuntik dan diinfus berkali-kali? Lebih menyayat lagi, anakku bahkan harus berjuang di ruang PICU selama dua hari dua malam, sendirian menghadapi rasa sakit dan ketakutan."

“Sebagai seorang ibu, aku hanya bisa menangis dari kejauhan karena tidak diizinkan menemuinya. Tak sanggup membayangkan Ia berada di kamar rumah sakit yang dingin, mungkin menangis mencari pelukanku.” -Sumiyati, Orang tua Arsyla-

Sungguh aku sebagai orang tua rasanya seperti disambar petir di siang bolong, ketika harus mendengar anakku, Arsyla Fadhillah Wahyudi (2 thn), mengalami jantung bocor. Anakku yang ku dambakan kehadirannya, tapi lahir dengan menghadapi ujian sakit mematikan.

Kenyataan pahit ini terungkap ketika anakku mengalami batuk dan flu berat yang tak kunjung sembuh. Berat badannya terus menurun, napasnya sering terdengar berat dan cepat. Aku pun langsung membawa anakku periksa ke rumah sakit.
Meski demikian, hatiku tak pernah benar-benar tenang. Aku selalu merasa ada yang tidak beres, karena setiap anakku batuk, napasnya juga ikut terengah-engah. Namun, semua kekhawatiran itu dianggap biasa saja oleh dokter yang saat itu mengatakan tidak ada masalah serius terjadi pada anakku.

Aku agak merasa lega saat itu, hingga akhirnya kondisi anakku kian memburuk. Batuknya semakin parah, disertai demam yang tak kunjung reda lebih dari seminggu. Aku pun membawa anakku ke rumah sakit berbeda, saat itulah dokter menemukan jantung anakku terdengar bising.

Setelah diagnosa sakit anakku terungkap, anakku dirujuk untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta. Kini alat penutup kebocoran jantung sudah tertanam di jantung anakku. Syukurlah, kondisinya lebih baik meski Ia masih mengalami sesak napas dan tubuhnya sering lemas.

Anakku masih harus rutin minum obat dan kontrol rutin. Aku terus melakukan segala cara agar anakku bisa berobat, berkali-kali aku berangkat sebelum subuh dari agar dapat nomor antrean dan selalu pulang larut malam. Makan hanya dari jatah rumah sakit, kadang orang tuaku datang mengantarkan bekal agar aku bisa tetap makan.

Mas kawin sudah terjual, meminjam uang sana-sini sudah dilakukan anakku bisa terus berobat. Penghasilan suamiku sebagai kuli panggul sangat terbatas. Aku pernah mencari tambahan uang dengan berjualan kopi di pinggir jalan sambil menggendong anakku, tapi usaha itu terhenti karena anakku semakin sakit karena terkena debu.

Selain biaya transportasi, anakku juga membutuhkan biaya untuk pembelian obat yang tidak ditanggung BPJS, vitamin, susu khusus dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arsyla tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arsyla!

Bantu Campaign Lainnya