Benihbaik_2025-01-12_173667881467839d9ee1a4d.jpeg

Single Parent Berjuang untuk Anaknya yang Menderita Infeksi Pernapasan dan Gizi Buruk

Rp. 18.172.009 dari Rp. 12.077.204

8 hari lagi


Penggalang Dana

2025-01-02_1735831208_6776aea87ea8a.jpg
Syakira Azkia Qatrunnada ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Syakira Azkia Qatrunnada

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Brebes

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


Tubuh anakku sangat kecil dan rapuh, seolah gampang hancur!

Hatiku perih melihatnya, namun aku sendiri terperangkap dalam keterbatasan. Kaleng susu yang kosong jadi saksi bisu betapa aku tak mampu memberikan yang terbaik. Setiap pilihan terasa menyesakkan, harus mencari nafkah atau mengurus anak yang sakit? -Sya’adah, orang tua Syakira-

‘Maaf ya nak, hidup yang harus kamu jalani begitu berat,’ kalimat itu yang selalu ku ucapkan setiap menatap wajah anakku, Syakira Azkia Qatrunnada (11 bln). Sejak dalam kandungan, anakku spesialku tak pernah merasakan kelegaan di hidupnya.

Awalnya dokter mendiagnosa Syakira mengalami stres, karena tidak sengaja meminum air ketuban dan memakan kotorannya sendiri saat dalam kandungan. Begitu lahir, tubuhnya  membiru dan napasnya sesak. Perawatan intensif yang menyelamatkan hidupnya.

Setiap diagnosis membuatku patah hati, Ia dinyatakan pneumonia berat, gizi buruk, sindrom Edward, hormon hipotiroid, dan tulang belakangnya dinyatakan ada yang kurang. Sampai sekarang, Ia masih bergantung pada selang NGT yang ditancapkan ke hidungnya sebagai saluran makan. Ia belum bisa tengkurap maupun mengoceh seperti anak seusianya.

Pengobatan rutin masih dilakukan, aku selalu berupaya membawanya berobat ke rumah sakit di Yogyakarta meski harus menempuh perjalanan jauh dari Brebes. Namun, kondisinya justru semakin menurun, tiba-tiba Ia mengalami demam tinggi hingga dilarikan ke rumah sakit.

Hatiku begitu hancur dan hilang arah ketika anakku yang dalam kondisi mengkhawatirkan tidak dapat kamar di rumah sakit. Hingga menjelang jam 4 subuh, anakku tiba-tiba kejang tanpa henti selama 3 jam dan dilarikan ke ruang PICU. Ia kritis!

Aku berharap anakku bisa mendapatkan pengobatan terbaik, namun ongkos untuk membawanya kontrol rutin ke rumah sakit di luar kota sangat berat. Belum lagi biaya obat yang tidak dicover BPJS, susu untuk gizinya, selang NGT yang harus rutin diganti hingga kebutuhan lainnya selama berobat di luar kota.

#TemanBaik, mari bantu Syakira untuk melanjutkan pengobatannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!

Bantu Campaign Lainnya