Kateterisasi Gagal, Fathan Gagal Akibat Kebocoran Jantungnya Meluas
Rp. 1.950.002 dari Rp. 18.850.000
10 hari lagi
Penggalang Dana
Hanan ahmad 
Identitas Terverifikasi
Penerima Donasi
Hanan ahmad
Identitas Terverifikasi
Lokasi
Kab. Tanggamus
Surat Rujukan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Hasil Laboratorium
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
Surat Rincian Biaya Pengobatan
Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com
“Operasi kateterisasi jantung anakku dinyatakan gagal! Semua akibat kebocoran jantung anakku sudah meluas hingga 8 mm. Selama seminggu di ruang ICU, anakku juga sempat tak merespon, hingga dokter berkata bahwa anakku mengalami gejala stroke!”

“Namun, aku memohon dokter untuk menemui anakku. Saat itu, aku mendekati telinganya dan membisikkan, ‘semangat lawan penyakitnya Nak, mama di depan nungguin kamu.’’ Seketika keajaiban muncul, lidah anakku bergerak, seperti berkata sesuatu. Detik itu juga, mukjizat itu nyata dan aku percaya anakku bisa sembuh.” -Ambar sari, Orang tua Fathan-

“Ma sakit,” ucapan sederhana itu terasa seperti pukulan yang menghantam hatiku. Anakku, Muhammad Fathan Al Hanan (2 thn), mengatakan itu sambil memegangi dadanya. Ia bahkan sering minta minum obat, karena Ia ingin cepat sembuh.

Hidup penuh rasa sakit itu dirasakan anakku tak lama setelah Ia lahir. Anakku mendadak diserang demam tinggi yang tak kunjung turun. Saat buang air kecil pun, ia menangis dan menjerit karena kesakitan. Dalam kepanikan, aku membawanya ke klinik, namun seketika ia dirujuk ke rumah sakit besar.

Hatiku terasa runtuh ketika dokter mendiagnosa anakku mengalami kebocoran jantung. Terlebih lagi, ketika aku diberi tahu bahwa ia harus menjalani operasi di Jakarta. Dari mana harus kami mencari biayanya? Suamiku hanya buruh tani, sedangkan aku bekerja mencuci dan menyetrika baju demi menambah penghasilan.

Namun demi keselamatan anakku, aku memilih untuk berjuang, sekalipun harus terlilit utang. Syukurlah, operasi penutupan kebocoran jantungnya berjalan lancar. Tapi perjuangan kami belum selesai. Kini anakku masih sering sesak napas, tidurnya gelisah, batuk tak henti, dan napasnya tersengal-sengal.

Ia masih harus rutin kontrol ke Jakarta dan menjalani operasi lanjutan. Sementara itu, aku terus berusaha mencari biaya, menghemat apa pun yang bisa dihemat. Sampai beras yang kami miliki terpaksa aku jadikan bubur agar lebih mengenyangkan. Terkadang aku menjual kue dan gorengan demi menambah uang makan sehari-hari.

Di luar biaya transportasi ke rumah sakit, anakku juga membutuhkan obat yang tidak ditanggung BPJS, alat bantu pernapasan, susu, dan berbagai kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fathan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fathan!

Bantu Campaign Lainnya