Benihbaik_2025-11-06_1762433704690c9aa84306b.jpeg

Tuhan, Anakku Harus Kehilangan Matanya di Usia 2 Tahun Akibat Kanker Ganas

Rp. 7.620.006 dari Rp. 10.161.000

15 hari lagi


Penggalang Dana

erningsih ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
erningsih

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Wil. Kota Jakarta Utara

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Anakku dinyatakan kanker mata ganas dan harus operasi pengangkatan bola mata! Suamiku sampai terjatuh dari lantai dua karena tak sanggup menerima kenyataan pahit itu. Perasaan hancur kami sebagai orang tua, melihat anak harus menanggung penderitaan sebesar ini.”

“Setelah operasi, anakku juga harus menggunakan bola mata palsu. Tapi karena kondisi ekonomi yang terbatas, aku hanya bisa menyewa bola mata palsu yang harus diganti tiap 3 bulan sekali untuk anakku. Itupun aku sampai nunggak kontrakan 3 bulan dan menjual motor, hanya agar anakku bisa tetap memakai bola mata palsu” -Erningsih, Orang tua Arshaka-

Awal tahun 2025 lalu, aku melihat bintik putih muncul di bola mata sebelah kiri Arshaka Adnan Shaquille (2 thn). Dokter di puskesmas bilang itu bukanlah hal serius, jadi aku mencoba tenang. Namun, dua bulan berlalu, bintik putih itu semakin melebar dan firasatku mulai tak enak.

Saat hasil pemeriksaan keluar, hatiku bagai dihantam benda keras. Dokter mengatakan anakku mengalami kanker stadium 3. Satu-satunya cara agar kanker itu tak terus menyebar adalah operasi pengangkatan bola mata. 

Tuhan, aku tak rela! Aku menangis sejadi-jadinya, memeluk anakku yang belum mengerti apapun. Aku bahkan sempat menolak melanjutkan pengobatannya, karena tidak sanggup membayangkan anakku kehilangan penglihatannya.

Namun kenyataan jauh lebih kejam, kondisi Arshaka menurun drastis! Matanya membengkak, tubuhnya demam, sesak napas, dan matanya sudah tak lagi bisa merespon maupun melihat. Seketika aku merasa gagal sebagai seorang Ibu, apalagi anakku terus menangis.

Akhirnya, dengan hati yang hancur, aku merelakan operasi pengangkatan bola mata kiri anakku karena takut kehilangan nyawanya. Tapi perjuangan belum berhenti, Ia harus terus menjalani kemoterapi karena kanker sudah menyebar pada satu saraf di belakang matanya.

Kini, setiap sesi kemoterapi membuat tubuh kecilnya lemah, mual, dan muntah. Luka bekas operasi masih sering nyeri, bahkan ia tak boleh kelelahan. Tapi syukurlah, anakku selalu berjuang untuk hidupnya, seringkali Ia mengangkat tangannya dan berdoa dengan keras untuk kesembuhannya. 

Di sisi lain, kami terus berjuang di tengah kesulitan ekonomi. Suamiku hanya seorang kuli bangunan, penghasilannya tak menentu. Sering kali kami tak mampu membeli obat atau membayar ongkos ke rumah sakit.

Keterbatasan biaya ini selalu menjadi jurang yang tak ada habisnya meski kami sudah habis-habisan. Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arshaka tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arshaka!


Bantu Campaign Lainnya