Benihbaik_2026-01-08_1767857231695f5c4f453b8.jpeg

Sudah 6 kali Operasi! Alvarendra Alami Usus Buntu Hingga Paru-paru Tak Berkembang

Rp. 10.459.000 dari Rp. 10.440.000

11 hari lagi


Penggalang Dana

novrida chairunnissa ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
novrida chairunnissa

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Wil. Kota Jakarta Timur

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“3 kali anakku harus dirawat inap, bahkan masuk PICU hingga 2 bulan! Kondisi kesehatanku juga sempat drop, karena emosi terkuras akibat ketakutan kehilangan anakku dan kelelahan fisik. Di saat terberat itu, suamiku justru memilih pergi, meninggalkan aku dan anak kami yang tengah berjuang melawan sakitnya.”

“Untuk bertahan hidup, aku terpaksa mengandalkan uang pemberian dari Ibuku yang sudah renta. Aku juga mencoba mengais rezeki dengan berjualan minuman, tapi sering kali harus kutinggalkan karena harus mendampingi anakku.” -Novrida, orang tua Alvarendra-

Alvarendra Arroyyan (2 thn), adalah penyejuk hatiku, buah hati yang seharusnya tumbuh dalam pelukan dan tawa. Namun, sejak masih dalam kandungan, hidupnya justru telah diuji. Ia mengalami usus buntu dan ketika lahir secara prematur, paru-parunya belum berkembang sempurna.

Tak ada hangatnya rumah, tak ada pelukan dariku di awal hidupnya. Sejak lahir, anakku harus tinggal di rumah sakit. Enam bulan lamanya, hari-harinya dihabiskan di balik dinding ruang perawatan, menghirup aroma obat-obatan, jauh dari kasih sayang seorang ibu yang hanya bisa menatapnya dengan doa.

Tubuh mungil anakku telah menanggung banyak luka. Enak kali operasi sudah Ia lalui, mulai dari tindakan mengeluarkan cairan yang terus menumpuk di paru-parunya hingga operasi pada ususnya. Tapi anakku luar biasa, Ia mampu bertahan dari semua rasa sakit yang tak bisa Ia ucapkan.

Saat ini, kondisi anakku lebih banyak diam karena belum lancar berbicara. Namun,  setiap menjalani terapi motorik dan belajar berjalan, senyum cerianya selalu hadir, walau batuk-batuk masih datang karena masalah paru-parunya. Ia juga mengalami gizi buruk karena hanya mampu menerima asupan susu

Pengobatan harus terus dijalani, tapi aku mulai terhimpit oleh keterbatasan biaya. Dalam seminggu, bisa empat kali aku harus membawanya ke rumah sakit yang berjarak 30 menit dari rumah kami di Pulogadung, Jakarta Timur. 

Biaya transportasi menjadi beban berat bagiku yang tak memiliki penghasilan tetap. Belum lagi, ada juga obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya untuk anakku.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alvarendra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alvarendra!

Bantu Campaign Lainnya