Benihbaik_2026-06-24_17822743376a3b5921d1d4f.jpeg

Akibat Berat Badan Kurang, Ranita tidak Bisa Operasi Kelainan Pada Langit Mulutnya

Rp. 18.550.000 dari Rp. 18.292.000

11 hari lagi


Penggalang Dana

118327173557778498505_1781176398_e6e026c8.png
Ranita Putri ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Ranita Putri

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Gunung Kidul

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


Ada celah di langit-langit mulut anakku! Aku menemukan kejanggalan tersebut ketika anakku, Ranita Putri (2 thn), sedang menangis dalam posisi mulut terbuka. Tak menunggu waktu, aku segera membawa anakku berobat ke rumah sakit.

Perasaanku luar biasa cemas ketika anakku harus rawat inap selama 15 hari, ada apa ini? Hingga akhirnya dokter menghampiriku dan mengatakan anakku mengalami langit-langit sumbing. Seketika hatiku terpukul!

Secara fisik mungkin ia tampak seperti bayi lainnya, namun di dalam, ada kondisi yang membuatnya tidak bisa makan dan minum melalui mulut seperti bayi normal. Sejak saat itu, ia harus dibantu dengan selang NGT yang ditancapkan ke hidungnya agar tetap bisa mendapatkan asupan nutrisi.

Sempat pula anakku mendapat cobaan lain, Ia sampai harus dirawat di NICU rumah sakit. Ternyata, selain mulutnya bermasalah, anakku juga didiagnosa jantung bocor dan gangguan pendengaran. Seketika ketakutan menyergapku, tapi dokter berusaha menenangkan dan mengatakan anakku bisa sembuh. 

Sejak itu, aku semakin disiplin membawa anakku berobat. Syukurlah, kondisi jantung anakku yang sempat berlubang ternyata menutup dengan sendirinya. Namun, perjuangan anakku masih berlanjut pada operasi bibir sumbing yang belum bisa dilakukan karena berat badannya masih terlalu rendah.

Di usianya yang sudah 2 tahun, berat badan anakku hanya 6,7 Kg. Sulit sekali membuat anakku naik berat badan, mungkin karena selama ini Ia tidak nyaman karena harus mengkonsumsi susu melalui selang. 

Hingga saat ini, anakku belum bisa berbicara, belum bisa makan dan minum seperti anak lain, dan masih harus berjuang setiap hari. Aku masih menggenggam harapan, sedikit lagi anakku bisa sembuh dan bisa hidup sehat seperti anak-anak lainnya.

Aku selalu berupaya yang terbaik untuk kesembuhan anakku, bahkan membawa anakku ke rumah sakit menggunakan motor dalam cuaca yang kurang bersahabat. Namun, kondisi sulitnya kondisi ekonomi membuat perjuangan ini semakin terasa berat.

Suamiku hanya bekerja sebagai kuli angkut kayu, penghasilannya terbatas karena tidak bekerja setiap hari. Terkadang, Ia juga bekerja sebagai tukang pijit untuk penghasilan tambahan. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, biaya membeli selang NGT, susu untuk menambah berat badannya dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ranita tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ranita!   

Bantu Campaign Lainnya