Benihbaik_2026-08-10_17863655056a79c6414a3ba.jpeg

13 Tahun Selvi Bertahan Melawan Hidrosefalus, Kini Masih Menanti Operasi Penyelamat

Rp. 1.660.000 dari Rp. 15.120.000

12 hari lagi


Penggalang Dana

Selvi ceklis.svg

Identitas Terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Selvi

Identitas Terverifikasi user

anon
Lokasi

Kab. Lebak

anon
Surat Rujukan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Hasil Laboratorium

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan

Tervalidasi oleh Tim BenihBaik.com user


“Saat anakku menjalani operasi pertamanya di Jakarta, aku dan anakku menumpang tinggal di rumah singgah selama tiga bulan karena keterbatasan biaya. Aku juga tidak bisa bekerja karena harus terus mendampingi anakku. Berkali-kali aku menahan lapar dan bingung ketika harus membeli kebutuhan anakku. Hari-hariku rasanya berat sekali.”

“Suamiku mengambil pekerjaan apapun demi anakku bisa terus berobat. Terkadang Ia jadi kuli bangunan, juru parkir hingga bekerja di ladang milik orang lain. Aku sendiri bekerja mencuci pakaian dan membersihkan rumah tetangga jika ada yang membutuhkan. Penghasilan kami tak menentu, sementara aku kesulitan karena pengobatan anakku menanti di depan mata.” -Hayat, Orang tua Selvi-

Sudah 13 tahun anakku, Selvi (13 thn), berjuang dari penyakit hidrosefalus. Penyakit yang mulai menjadi mimpi buruknya saat Ia menginjak usia 3 bulan. Bermula dari tubuhnya tampak lemah dan sering sakit, anakku dirujuk untuk periksa ke rumah sakit besar.

Hatiku dipenuhi kecemasan, tapi biaya pengobatan membuat pengobatannya terhenti. Akhirnya aku hanya bisa membawa anakku pulang ke rumah dengan hati hancur. Hari demi hari berlalu, sementara kondisi Selvi semakin mengkhawatirkan. 

Di tengah keputusasaan itu, ternyata ada secercah harapan yang akhirnya datang. Ada yayasan yang bersedia membantu pengobatan anakku. Aku pun membawanya periksa ke rumah sakit, saat itulah anakku didiagnosa ada penumpukan cairan di otaknya yang menyebabkan kepalanya membesar. 

Rasanya dadaku sesak dan aku tak sanggup berkata-kata mendengar penjelasan dokter. Semakin menyakitkan lagi ketika anakku harus menjalani operasi besar di usianya yang masih 5 bulan. Aku tak henti-hentinya menangis dan berdoa agar Allah menyelamatkan anakku.

Operasi memang berjalan lancar, tapi lagi-lagi aku terkendala biaya untuk membawa anakku kontrol rutin. Bertahun-tahun anakku berhenti pengobatan, hidup dalam rasa sakit, dan tak dapat penanganan semestinya. Baru saat usianya 5 tahun, menjalani operasi keduanya, yaitu pemasangan selang untuk mengurangi cairan di kepalanya.

Setelah itu, pengobatan anakku kembali terhenti hingga akhirnya lagi-lagi Allah memberikan pertolongan melalui Kementrian Sosial. Sayangnya, bantuan itu tak berlangsung lama dan anakku lagi-lagi harus berhenti pengobatan. 

Kini, kondisi anakku memprihatinkan. Hampir setiap hari Ia harus menahan nyeri hebat di kepalanya. Ketika sakit itu datang, Ia akan muntah dan kejang berulang. Ia tidak dapat berlari, bermain maupun sekolah. Sepanjang hari anakku hanya berbaring di tempat tidur, bergantung pada perawatanku.

Dokter menyampaikan bahwa anakku masih membutuhkan pengobatan dan operasi lanjutan. Setiap kali harus kontrol, aku harus meminjam uang kepada tetangga atau saudara. Bahkan tak jarang aku menjual barang berharga demi membiayai perjalanan dan kebutuhan Selvi.

Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Selvi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Selvi!  

Bantu Campaign Lainnya